NOTICE: The text below was created automatically and may contain errors and differences from the contract's original PDF file. Learn more here

MODEL PSC BILINGUAL

KETENTUAN - KETENTUAN UMUM DALAM KONTRAK BAGI HASIL

PRODUKSI/PRODUCTION SHARING CONTRACT GENERAL TERMS



KONTRAK BAGI HASIL PRODUKSI



PRODUCTION SHARING CONTRACT



ANTARA



BETWEEN



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU



MINYAK DAN GAS BUMI (BADAN PELAKSANA)



MINYAK DAN GAS BUMI (BADAN PELAKSANA)



DAN



AND



--



--



WILAYAH KERJA:



CONTRACT AREA:



--



--



Catatan/Notes:

Pada tahun 2013, tugas BADAN PELAKSANA termasuk pelaksanaan penandatanganan Kontrak

Kerja Sama dipindahkan ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas

Bumi (SKK Migas).

In 2013, role of BADAN PELAKSANA, including signing of coorperation contract, is transferred to

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).



Unofficial Transalation

Sumber: SKK MIGAS



1



KONTRAK BAGI HASIL PRODUKSI



PRODUCTION SHARING CONTRACT



Antara



Between



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU

MINYAK DAN GAS BUMI

(BADAN PELAKSANA)



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU

MINYAK DAN GAS BUMI

(BADAN PELAKSANA)



Dan



And



(…………………………………………………………)

Contract area: ………………



(…………………………………………………………)

Contract area: ………………



Pasal



JUDUL



HAL



ARTICLE



TITLE



PAGE



I



RUANG LINGKUP DAN DEFINISI



5



I



SCOPE AND DEFINITIONS



5



II



JANGKA WAKTU



11



II



TERM



11



III



PENYISIHAN WILAYAH



15



III



EXCLUSION OF AREAS



15



IV



RENCANA KERJA DAN

PENGELUARAN – PENGELUARAN



16



IV



WORK PROGRAM AND EXPENDITURES



16



V



HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK



20



V



RIGHTS AND OBLIGATIONS OF THE

PARTIES



20



VI



PENGEMBALIAN BIAYA OPERASI

DAN PENANGANAN PRODUKSI



28



VI



RECOVERY OF OPERATING COSTS AND

HANDLING OF PRODUCTION



28



VII



PENILAIAN MINYAK MENTAH



31



VII



VALUATION OF CRUDE OIL



31



VIII



PENILAIAN GAS BUMI



34



VIII



VALUATION OF NATURAL GAS



34



IX



KOMPENSASI, BANTUAN DAN

BONUS PRODUKSI



35



IX



COMPENSATION ASSISTANCE &

PRODUCTION BONUS



35



X



PEMBAYARAN



36



X



PAYMENT



36



XI



HAK ATAS PERALATAN



36



XI



TITLE OF EQUIPMENT



36



XII



KONSULTASI DAN ARBITRASI



37



XII



CONSULTATION AND ARBITRATION



37



XIII



KETENAGAKERJAAN DAN

TRAINING PEGAWAI/KARYAWAN

INDONESIA



37



XIII



EMPLOYMENT & TRAINING OF

INDONESIAN PERSONEL



37



XIV



PEMUTUSAN KONTRAK



39



XIV



TERMINATION



39



XV



PEMBUKUAN DAN NERACA DAN

PEMERIKSAAN KEUANGAN RESMI



40



XV



BOOKS AND ACCOUNTS AND AUDITS



40



XVI



KETENTUAN LAIN



43



XVI



OTHER PROVISIONS



43



XVII



PARTISIPASI



46



XVII



PARTICIPATION



46



XVIII



MASA BERLAKU



XVIII



EFFECTIVENESS



2



LAMPIRAN



EXHIBITS



"A"



DESKRIPSI WILAYAH KERJA



"A"



DESCRIPTION OF CONTRACT AREA



"B"



PETA WILAYAH KERJA



"B"



MAP OF CONTRACT AREA



"C"



PROSEDUR AKUNTANSI



"C"



ACCOUNTING PROCEDURE



"D"



MEMORANDUM PENYERTAAN



"D"



MEMORANDUM OF PARTICIPATION



3



KONTRAK BAGI HASIL PRODUKSI



PRODUCTION SHARING CONTRACT



Antara



Between



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU

MINYAK DAN GAS BUMI

(BADAN PELAKSANA)



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU

MINYAK DAN GAS BUMI

(BADAN PELAKSANA)



Dan



And



(…………………………………………………………)



(…………………………………………………………)



Kontrak ini, dibuat dan diadakan pada tanggal …………..

oleh dan antara BADAN PELAKSANA KEGIATAN

USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI, suatu

perusahaan Negara yang didirikan berdasarkan PP No.

/2002, selanjutnya disebut “BADAN PELAKSANA”,

pihak pertama, dan ………………, suatu perseroan yang

didirikan Undang-undang ……………., selanjutnya

disebut “KONTRAKTOR”, fihak kedua, selanjutnya

secara individu disebut “Pihak” atau ke dua-duangya

disebut “Para Pihak”.



THIS CONTRACT is made and entered into on this

_____day of___by and between BADAN PELAKSANA

KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI, a

State-Owned Body, established on the basis of

Government Regulation No....../2002, herenaifer

called “BADAN PELAKSANA”, Party of this part, and

……………….., a corporation organized and exiting under

the

laws

of

………….,

hereinafter

called

“CONTRACTOR”, party of the second part, both

hereinafter sometimes referred to either individually

as the “Party” or collectively as the “Parties”.



MENYAKSIKAN



WITNESSSETH



BAHWA, semua minyak dan gas bumi yang ada di

dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia,

adalah kekayaan nasional yang dikuasai oleh Negara;

dan



WHEREAS, all mineral oil and gas existing whitin the

statutory mining terriroty of Indonesia are national

riches controlled by the State; and



Bahwa, BADAN PELAKSANA berwenang untuk

mengawasi kegiatan di bidang hulu untuk minyak dan

gas bumi di dalam dan diseluruh wilayah yang

diuraikan dalam lampiran “A” dan gambaran pada

peta berupa lampiran “B”, keduanya dilampirkan pada

Kontrak ini dan menjadi bagian darinya, wilayah mana

untuk selanjutnya disebut “Wilayah Kontrak”; dan



WHEREAS, BADAN PELAKSANA has and Authority to

control over the upstream business activities in oil and

natural gas in the area described in Exhibit “A” and

outlined on the map which is Exhibit “B”, both

attached hereto and made a part hereof, which area is

hereinafter reffered to as the “Contract Area”; And



Bahwa, Pemerintah sebagai pemegang kuasa

pertambangan ingin meningkatkan pengembangan

Wilayah Kontrak dan menunjuk KONTRAKTOR BADAN

PELAKSANA dalam mempercepat eksplorasi dan

pengembangan sumberdaya di Wilayah Kontrak; dan



Whereas, the Government of the Republic of

Indonesia has an “Authority to Mine” and wishes to

promote the development of the Contract Area and

determine a CONTRACTOR, in accelerating the

exploration, and development of the resources within

the Contract Area; and



Bahwa, KONTRAKTOR memiliki kemampuan finansial,

kecakapan teknis dan keahlian yang diperlukan untuk

melaksanakan usaha-usaha perminyakan yang

diuraikan dalam Kontrak ini; dan



Whereas, CONTRACTOR has good performance in the

light of the financial ability, technical competence, and

proffesional skills necessary to carry out the

Petroleum Operations here in after described.



Bahwa, GOI berkewajiban untuk menjamin efisiensi

dan efektifitas tersedianya minyak dan gas bumi, baik

sebagai sumber energy maupun sebagai bahan baku,



WHEREAS, the Government of the Republic of

Indonesia has an obligation in availability of oil and

gas, as energy and raw materials for domestic

consumption in effective and efficient manner.



4



untk kebutuhan dalam negeri.

Bahwa, menurut Undang-undang No. 22/2001 dan

Undang-undang No. ………./2002 dapat diadakan

perjanjian kerjasamanya dalam bentuk produksi

antara BADAN PELAKSANA dan pihak lain.



WHEREAS, the Government in accordance with Law

No. 22 /2001 and Government Regulation No.

……./2002 cooperative agreements in the form of a

Production Sharing Contract may be entered into the

sector of oil and gas between BADAN PELAKSANA and

another party.



Maka oleh karena itu, dengan persetujuan bersama,

dengan ini disepakati sebagai berikut:



NOW THEREFORE, in consideration of the mutual

covenants herein contained, it is hereby agreed as

follow:



5



PASAL 1



SECTION 1



LINGKUP DAN DEFINISI



SCOPE AND DEFINITION



1.1 LINGKUP

Kontrak ini adalah suatu Kontrak Bagi Hasil

Produksi. Sesuai dengan ketentuan-ketentuan

yang teraktub didalamnya, BADAN PELAKSANA

akan memegang dan bertanggung jawab atas

manajemen operasi – operasi yang dimaksud

dalam kontrak ini.



1.1 SCOPE

This CONTRACT is cooperative agreements in the

form of a Production Sharing Contract. In

accordance with the provisions herein contained,

BADAN PELAKSANA shall have and be responsible

for the management of the operations

contemplated hereunder



KONTRAKTOR harus bertanggung-jawab kepada

BADAN PELAKSANA atas pelaksanaan operasi –

operasi tersebut berdasarkan ketentuan –

ketentuan Kontrak ini, dan dengan ini ditunjuk dan

diangkat sebagai perusahaan yang akan

melakukan operasi-operasi perminyakan.



CONTRACTOR shall be responsible to BADAN

PELAKSANA for the execution of such operation in

accordance with the provisions of this Contract,

and is hereby appointed and constituted the

exclusive company to conduct petroleum

operations hereunder.



KONTRAKTOR harus menyediakan semua bantuan

finansial dn teknikal yang diperlukan untuk

operasi- operasi yang dimaksud. KONTRAKTOR

harus enanggung risiko dari semua biaya-biaya

operasi yang diperlukan dalam melaksanakan

operasi-operasi dan dengan demikian memiliki

kepentingan ekonomis untuk mengembangkan

dposit minyak dan gas bumi di dalam Wilayah

Kontrak. Pengeluaran – pengeluaran itu dicatat

sebagai

Biaya-biaya

operasi

yang

akan

dikembalikan sesuai dengan ketentuan-ketentuan

Pasal VI.



CONTRACTOR shall provide all the financial,

technical, and skills for such operations.

CONTRACTOR shall carry the risk of Operating

Costs required in carrying out operations and shall

therefore have an economic interest in the

development of the Petroleum deposits in the

Contract Area. Such Costs shall be included in

Operating Costs recoverable as provided in Section

VI.



Kecuali disyaratkan lain PERJANJIAN ini, dalam

Prosedur Akuntansi yang dilampirkan atau dengan

persetujuan tertulis dari BADAN PELAKSANA,

KONTRAKTOR

tidak

akan

memasukkan

pengeluaran bunga untuk mendanai operasioperasi dimaksud.



Except as may otherwise be provided in this

CONTRACT, in the Accounting Procedure attached

hereto or by written agreement of BADAN

PELAKSANA, CONTRACTOR will not incur interest

expenses to finance its operations hereunder.



Selama jangka waktu berlakunya PERJANJIAN ini,

seluruh produksi migas yang diperoleh sebagai

hasil operasi-operasi termaksud akan dibagi sesuai

dengan ketentuan-ketentuan pada Pasal VI.



During the term of this CONTRACT the total

production of Petroleum achieved in the conduct

of such operations shall be divided in accordance

with the provisions of section VI hereof.



1.2 DEFINISI – DEFINISI

Dalam naskah Perjanjian ini, kata-kata dan istilah –

istilah yang didefiniskan dalam Pasal 1 Undang –

Undang no. 22/2001 memiliki pengertian yang

sesuai dengan yang didefinisikan dalam Perjanjian

ini.



1.2 DEFINITIONS

In the text of this Contract, the words and terms

defined in Article 1 of Law No. 22/2001 shall have

the meaning in accordance with such definitions.



6



1.2.1 Perusahaan Berafiliasi atau Afiliasi adalah

sebuah perusahaan atau badan lain yang

mengendalikan atau dikendalikan salah satu

fikak dalam Perjanjian ini, atau suatu

Perusahaan

atau

badan

lain

yang

mengendalikan, atau dikendalikan oleh suatu

Perusahaan atau badan lain dimana ia

mengendalikan salah satu pihak dalam

Perjanjian ini, dan dimengerti bahwa

mengendalikan memiliki makna kepemilikan

oleh suatu perusahaan atau badan paling

sedikit 50% dari (a) saham dengan hak suara

atau (b) hak pengendalian atau keuntungan –

keuntungan, jika badan lain itu bukan suatu

perusahaan.



5.3.1 Affiliated Company or Affiliate means a

company or other entity that controls, or is

controlled by a Party to this Contract, or a

company or other entity wich controls or is

controlled by a company, or other entity which

controls a Party to this Contract, it being

understood that control shall mean ownership

by one company or entity at least 50% of (a)

the voting stock, if the other entity is a

corporation issuing stock or (b) the controlling

right or interest, if the other entity is not

corporation.



1.2.2 Barel berarti suatu jumlah atau kesatuan

minyak, sebesar empatpuluhdua (42) gallon

Amerika Serikat pada suhu enampuluh (60)

derajat Fahrenheit.



5.3.2 Barrel means a quantity or unit of oil, fortytwo (42) United States gallons at the

temperature of sixty (60) degrees Fahrenheit.



1.2.3 Ekuivalen Barel Minyak berarti enam ribu

(6.000) kalikubik standar Gas Alam dengan

asumsi bahwa gas tersebut memiliki nilai kalori

seribu (1.000) British Thermal Unit per

3

kakikubik (BTU/ft ).



1.2.3 Barrel of Oil Equivalen (BOE) means six

thousand (6,000) standard cubicfeet of Natural

Gas based on the gas having a calorific value of

one thousand (1,000) British Thermal Unit per

3

cubic foot (BTU/ft ).



1.2.4 Anggaran Biaya Operasi berarti taksiran –

taksiran biaya semua hal-hal yang termuat

dalam Rencana Kerja.



1.2.4 Budget of Operating Costs means cost

estimates of all item included in the Work

Program.



1.2.5 Tahun Kontrak atau Tahun adalah masa

duabelas (12) bulan yang dimulai dengan 1

Januari dan berakhir pada 31 Desember

berikutnya, sesuai kalender Gregorian



1.2.5 Calendar Year or Year means period of twelve

(12) months commencing with January 1 and

ending on the following December 31,

according to the Gregorian calendar.



1.2.6 Tahun Kontrak berarti masa duabelas bulan

berturut – turut menurut Kalender Gregorian

terhitung dari Tanggal Efektif perjanjian ini

atau dari setiap ulang tahun Tanggal Efektif

tersebut.



1.2.6 Calendar Year means period of twelve (12)

consecutive months according to the Gregorian

calendar counted from the Effective Date of

this Contract or from the anniversary of such

Effective Date.



1.2.7 Wilayah Kontrak berarti wilayah yang berada

di dalam daerah hokum pertambangan

Indonesia yang dilindungi oleh “Kekuasaan

Menambang” dan menjadi subjek dari

perjanjian ini, Wilayah Kontrak mana diuraikan

dan digambarkan pada Tayangan “A” dan “B”

terlampir dan menjadi bagian dari perjanjian

ini.



1.2.7 Contract Area means the area where

CONTRACTOR carry out the Petroleum

Operations within the statutory mining

territory of Indonesia covered by the

“Authority to Mine” which is the subject of this

Contract Area is described and outlined in this

Exhibits “A” and “B” attached hereto and made

part hereof.



1.2.8 Minyak Mentah berarti minyak bumi mentah,



1.2.8 Crude Oil means crude mineral oils, asphalt,



7



aspal, ozokerit dan semua jenis hidrokarbon

dan bitumen, baik yang berbentuk padat atau

cair, dalam keadaan alamiah



ozokerite and all kinds of hydrocarbons and

bitumens, both in solid and in liquid form

Natural Gas by condensation or extraction.



1.2.9 Tanggal Efektif berarti tanggal persetujuan GOI

sesuai dengan undang-undang yang berlaku.



1.2.9 Effective Date means the date of the approval

of this Contract by GOI in accordance with the

provisions of the applicable law.



1.2.10 Keadaan Kahar berarti penangguhan atau

kegagalan pelakasanaan dari apa yang

terkandung dalam Perjanjian yang disebabkan

oleh lingkungan yang ada diluar kendali dan

bukan karena kesalahan atau kelalaian BADAN

PELAKSANA dan/atau KONTRAKTOR yang

mungkin berpengaruh pada keekonomian atau

kesinambungan operasi dalam Perjanjian ini,

termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana

alam, kerusuhan masa, hambatan navigasi,

kebakaran,

aksi

kekerasan,

perang

(diumumkan atau tidak), blokade, gangguan

tenaga

kerja,

pemogokan,

kekacauan,

pemberontakan, isolasi karantina, wabah,

badai-topan, gempa bumi, atau kecelakaan.



1.2.10 Force Majeure means delays or default in

performance under this Contract caused by

circumstances beyond the control and without

the fault or negligence of BADAN PELAKSANA

and/or CONTRACTOR that may affect

economically or otherwise the continuation of

operations under this Contract, including but

not restricted to Acts of God or the public

enemy, peril of navigation, fire, hostilities, war

(declared or undeclared), blockade, labor

disturbance, strikes, riots, insurrections, civil

commotion, quarantine, restrictions, epidemic,

storm, earthquakes, or accidents.



1.2.11 Valuta Asing berarti mata uang selain mata

uang Republik Indonesia tetapi yang dapat

diterima oleh BADAN PELAKSANA dan GOI dan

KONTRAKTOR.



1.2.11 Foreign Exchange means currency other than

that that of the Republic of Indonesia but

acceptable to GOI and to BADAN PELAKSANA

and to CONTRACTOR.



1.2.12 GOI adalah Pemerintah Pusat yang diwakili

oleh Departemen yang bidang tugas dan

tanggung jawabnya meliputi minyak dan gas

bumi.



1.2.12 GOI means the Central Government of the

Republic of Indonesia represented by the

Departments which has the authority in the oil

and gas sector



1.2.13 Girds berarti potongan graticular berdasarkan

garis lintang (rujukannya adalah garis lintang

Greenwich) dan garis sejajar dari garis bujur

(rujukannya adalah garis khatulistiwa)



1.2.13 Grids mean graticular sections defined by

meridians of longitude (reference the

meridian of Greenwich) and by parallels of

latitude (reference the Equator).



1.2.14 Undang-undang Pajak Penghasilan Indonesia

berarti kode pajak yang berlaku saat ini

termasuk semua peraturan terkait.



1.2.14 Indonesia Income Tax Law means the Tax

Code including all the appropriate regulations

as of (the Effective Date / the provisions of

current Tax Law).



1.2.15 Gas Bumi berarti semua gas hidrokarbon

berasosiasi dan/atau tidak berasosiasi yang di

produksi dari sumur-sumur, termasuk gas bumi

basah, gas bumi kering, gas kepala selubung,

serta gas residu yang tertinggal setelah ekstrasi

hidrokarbon cair dari gas bumi basah.



1.2.15 Natural Gas means all associated and/or non

associated gaseous hydrocarbons produced

from wells, including wet mineral gas, dry

mineral gas, casing head gas and residue gas

remaining after the extraction of liquid

hydrocarbons from wet gas.



1.2.16 Biaya-biaya

Operasi

berarti

semua

pengeluaran yang diadakan dan kewajiban-



1.2.16 Operating Costs means expenditures and

obligations incurred in carrying Petroleum



8



kewaajiban yang timbul dalam melaksanakan

Operasi Perminyakan yang dimaksud dalam

Perjanjian ini dan yang telah ditentukan sesuai

dengan Prosedur Akuntansi terlampir dan

menjadi bagian dari perjanjian ini berupa

lampiran “C”



Operations hereunder in accordance with the

Acmunting attached hereto and made a part

hereof as Exhibit "C'.



1.2.17 Minyak dan Gas Bumi berarti mineral minyak

dan gas bumi, selanjutnya disebut Minyak

mentah dan Gas Bumi, seperti yang

dirumuskan dalam Undang-Undang No.

22/2001



1.2.17 Petroleum means oil and gas, hereinafter

called Crude Oil and Natural Gas as defined in

Law No. 22/2001.



1.2.18 Operasi – operasi Perminyakan berarti semua

operasi-operasi eksplorasi pengembangan,

ekstaksi, produksi, pengangkutan, pemasaran,

peninggalan

dan

pemulihan

bekas

penambangan yang diotorisasi dimaksud di

dalam Perjanjian ini.



1.2.18 Petroleum

Operations

means

all

exploration,

development,

extraction,

producing,

transportation,

marketing,

abandonment and site restoration operations

authorized or contemplated under this

Contract.



1.2.19 Titik Ekspor berarti lubang flensa loading arm

setelah pengukur penjualan terakhir di

terminal ekspor, atau beberapa titik lain yang

disepakati bersama oleh Para Pihak.



1.2.19 Point of Export means the outlet flange of the

loading arm after final sales meter at the

export terminal, or some other point(s)

mutually agreed by the parties.



1.2.20 Program Kerja berarti suatu pernyataan rinci

Program Operasi yang akan dilaksanakan di

dalam wilyah Kontrak sebagaimana diatur lebih

lanjut dalam Pasal IV.



1.2.20 Work Program means a statement itemizing

the Petroleu m Operations to be carried out

in the Contract Area as set forth in Section IV.



0



0



PASAL II



SECTION II



JANGKA WAKTU



TERM



2.1 Jangka waktu berlaku perjanjian ini adalah 2.1 The term of this Contract shall be thirty (30) years

(tigapuluh) tahun terhitung dari Effective Date.

as from the Effective Date.

2.2 Pada akhir enam (6) tahun pertama terhitung

dari Tanggal Effective KONTRAKTOR memiliki

opsi untuk meminta kepada BADAN PELAKSANA

empat tahun perpanjangan, tidak ditemukan

minyak dalam Wilayah Kontrak, UNION akan

mempunyai hak opsi untuk mengakhiri

Perjanjian, persetujuan dimaksud seyogyanya

tidak ditunda – tunda.



2.2 At the end of the initial six (6) years as from the

Effective Date CONTRACTOR shall have the option

to request BADAN PELAKSANA for a four (4) years

extension, and the approval of such request shall

not be unreasonably withheld.



2.3 Jika pada akhir tahun ke enam atau empat tahun 2.3 If at the end of the initial six (6) years as from the



9



perpanjangannya, tidak ada penemuan minyak

dan gas bumi dalam jumlah ekonomis dapat

diproduksikan di dalam Wilayah Kontrak, tanpa

mengurangi makna Pasal XIV, Perjanjian ini

otomatis berakhir secara keseluruhan.



Effective Date or the four (years) extension

thereto no Petroleum in Commercial quantities is

discovered in the Contract Area, then without

prejudice to Section XIV this contract shall

automatically terminate in its entirely



2.4 Dalam hal KONTRAKTOR setelah mendapat 2.4 In the event that CONTRACTOR which received

persetujuan untuk pengembangan lapangan

approval to develop its first field in Contract

pertamanya, tidak memproduksikan secara

Area does not produce Petroleum in commercial

komersial, dalam waktu selama-lamanya lima (5)

quantities within a maximum period of five (5)

tahun (berarti 60 bulan) setelah berakhirnya

consecutive years (meaning sixty (60) months)

masa eksplorasi, KONTRAKTOR berkewajiban

after the end of the exploration period,

mengembalikan daerah kontrak tersebut kepada

CONTRACTOR shall be obliged to relinquish the

Pemerintah.

Contract Area to GOI

Pada bagian lain Wilayah Kontrak eksplorasi

mungkin berlanjut bersamaan tanpa mengurangi

makna ketentuan – ketentuan Pasal III yang

menyangkut penyisihan wilayah.



In other portions of the Contract Area exploration

may continue concurrently without prejudice to

the provisions of Section III

regarding the

exclusion of areas.



2.5 Jika minyak dan gas bumi ditemukan pada 2.5 If Petroleum is discovered in any portion of the

bagian manapun dari Wilayah Kontrak dalam

Contract Area within the initial six (6) years period,

jangka waktu enam (6) tahun, atau

or the extension thereto, which in the

perpanjangannya, yang dengan alasan BADAN

Judgement of BADAN PELAKSANA and

PELAKSANA dan KONTRAKTOR dapat diproduksi

CONTRACTOR can be produced commercially,

secara komersial, berdasarkan pertimbangan

based on consideration of all pertinent operating

dari data operasi dan finansial, maka untuk

and financial data, then as to that particular

bagian

khusus

Wilayah

Kontrak

itu

portion of the Contract Area development will

pengembangan akan dimulai.

commence;

Pasal khusus akan mengatur pengembangan gas

bumi disesuaikan dengan kontrak jangka

panjang dari supply gas bumi dengan

persetujuan terlebih dahulu dari BADAN

PELAKSANA.



Special provisions shall be drawn up for Natural

Gas development having due regard, inter alia, to

the long term character of Natural Gas Supply

contract with the prior written consent of BADAN

PELAKSANA.



2.6 Dalam

hal

KONTRAKTOR

bermaksud 2.6 In the event CONTRACTOR elects to retein the

mempertahankan sisa Wilayah Kontrak setelah

Remaining Contract Area after termination the ten

berakhirnya sepuluh (10) tahun masa eksplorasi

(10) years exploration period pursuant to

sebagaimana dimaksud pada ayat 2.3 tersebut di

subsections 2.3 above, CONTRACTOR shall have

atas. KONTRAKTOR

wajib mendapatkan

the approval from GOI and shall have the approval

persetujuan GOI dengan kewajiban membayar

to GOI in the amount of one hundred thousand

kompensasi kepada GOI sebesar US.$

Unted States dollars (US$ 100.000) per year. Such

100.000/th. Pembayaran kewajiban kompensasi

compensation payment shall not be included in

tersebut tidak termasuk biaya operasi.

Operating cost.

0



0



10



PASAL III



SECTION III



PENYISIHAN WILAYAH



EXCLUSION OF AREAS



3.1 Pada atau sebelum perioda akhir tiga (3) tahun

pertama terhitung mulai Tanggal Efektif,

KONTRAKTOR harus menyisihkan dua puluh lima

persen (25%) dari Wilayah Kontrak Semula.



4.1 On or before the end of the initial three (3)

Years period as from the Effective Date,

CONTRACTOR shall relinquish twenty-five

percent (25%) of the original total Contract

Area.



3.2 Jika Rencana Kerja selama tiga (3) tahun sejak

tanggal efektif belum diselesaikan oleh

KONTRAKTOR sesuai Pasal IV ayat 4.2, dengan

kajian dan pertimbangan BADAN PELAKSANA,

KONTRAKTOR wajib untuk mengembalikan

tambahan lima belas persen (15%) dari luas

Wilayah Kontrak semula pada akhir tahun ke tiga

(3) kontrak kepada BADAN PELAKSANA.



3.2 If the Work Program during three (3) Contract

Years from Effective Date has not been

completed by CONTRACTOR pursuant to

Section IV subsection 4.2,

with

the

consideration and evaluation of BADAN

PELAKSANA, CONTRACTOR shall be obliged to

relinquish an additional fifteen percent (15%) of

original total Contract Area at the end of the

third Contract Year to BADAN PELAKSANA.



3.3 Pada atau sebelum akhir tahun ke enam (6)

kontrak, KONTRAKTOR wajib menyisihkan lagi

seluas tertentu wilayahnya sehingga menyisakan

tidak lebih dari dua puluh persen (20%) dari

Wilayah Kontrak Semula.



3.3 On or before the end of the sixth (6th)

Contract Year CONTRACTOR shall relinquish an

additional area so that the area retained

thereafter shall not be in excess of twenty

percent (20%) of the original total Contract

Area.



3.4 Dengan tidak mengenyampingkan ketentuan

ayat 3.1, 3.2, dan 3.3 diatas, pada atau sebelum

akhir tahun ke-enam (6) kontrak, jika bagian dari

Wilayah Kontrak dimana didalamnya ditemukan

minyak atau gas bumi telah lebih besar dan dua

puluh persen (20%) dari luas wilayah Kontrak

semula maka KONTRAKTOR tidak berkewajiban

untuk menyerahkan kelebihan tersebut kepada

BADAN PELAKSANA



3.4 Without prejudice to clauses 3.1, 3.2 and 3.3

above, on or before the end of the of the sixth

(6) Contract Year if any part of the Contract Area

corresponding to the surface area in which

Petroleum has been discovered is greater than

twenty percent (20%) of the original Contract

Area, then CONTRACTOR shall not be obliged

to relinquish such excess to BADAN

PELAKSANA.



3.5 Pada porsi sisa wilayah kontrak setiap kali

setelah melaksanakan kewajiban penyisihan

sebagaimana diatur pada klausa – klausa 3.1,

3.2, dan 3.3 tersebut di atas, BADAN

PELAKSANA

dan

KONTRAKTOR

harus

melanjutkan usaha eksplorasi yang sepantasnya.

Dalam hal sisa Wilayah Kontrak tidak

dieksplorasikan dan KONTRAKTOR tidak

menyerahkan rencana eksplorasi dalam jangka

waktu dua (2) tahun berturut-turut, BADAN

PELAKSANA boleh meminta secara tertulis

kepada KONTRAKTOR agar KONTRAKTOR

menyerahkan

rencana

eksplorasi

atau

menyisihkan bagian dimaksud dari Wilayah

Kontrak.



3.5 With regard to the remaining portion of the

Contract Area left after the mandatory

relinquishment as set forth in clauses 3.1, 3.2

and 3.3 above, BADAN PELAKSANA and

CONTRACTOR shall maintain a reasonable

exploration effort In respect of any part of

such remaining unexplored portion of the

Contract Area for which CONTRACTOR does not

during two (2) consecutive Year submit an

exploration program, BADAN PELAKSANA may

by written notice to CONTRACTOR require

CONTRACTOR either to submit an exploration

program or to relinquish such part of the



11



Contract Area.

3.6 Dengan tiga puluh (30) hari pemberitahuan

tertulis kepada BADAN PELAKSANA sebelum

akhir Tahun Kontrak kedua dan sebelum akhir



3.6 Upon thirty (30) days written notice to BADAN

PELAKSANA prior to the end of the second

Contract Year and prior to the end of any



Tahun-tahun Kontrak setelah itu, KONTRAKTOR

mernpunyai hak untuk mengembalikan tiap

bagian Wilayah Kontrak, dan begian itu

kemudian dapat dikreditkan pada bagian

Wilayah Kontrak berikutnya yang akan

aisisihkan

oleh

KONTRAKTOR

menurut

ketentuan klausul 3.1, 3.2, dan 3.3 dalam pasal

ini.



succeeding Contract Year, CONTRACTOR shall

have the right to relinquish any portion of the

Contract Area, and such portion shall then be

credited to that portion of the Contract Area

which CONTRACTOR is next required to

relinquish under the provisions of clauses 3.1,

3.2 and 3.3 hereof.



3.7 KONTRAKTOR harus mengusulkan lebih dulu

sebelum tanggal penyisihan kepada BADAN

PELAKSANA porsi yang akan disisihkan. Untuk

keperluan penyisihan tersebut, KONTRAKTOR

dan BADAN PELAKSANA harus berkonsultasi

satu sama lain tentang bentuk dan ukuran

masing – masing porsi wilayah yang akan

disisihkan; dengan syarat, bagaimanapun, bahwa

sejauh mungkin, porsi tersebut masing –

masingnya dalam ukuran yang cukup dan bentuk

yang sesuai untuk memungkinkan Operasi

Perminyakan dilaksanakan kemudian.



3.7 CONTRACTOR

shall

advise

BADAN

PELAKSANA in advance of the date of

relinquishment of the portion to be

relinquished. For the

purpose of

such

relinquishment, CONTRACTOR and BADAN

PELAKSANA shall consult with each ather

regarding the shape and size of each invidual

portion of the areas being relinquished,

provided, however, that so far as reasonably

possible, such portion shall each be of sufficient

size and convenient shape to enable Petroleum

Operations to be conducted thereon



3.8 Wilayah Kontrak yang akan dikembalikan dalam

bentuk Grids sesuai dengan bujur dan lintang

dari Spheroids



3.8 The Contract Area to be relinquished shall be in

a number of Grids in accordance with longitude

and latitude of Spheroids.



0



0



PASAL IV



SECTION IV



RENCANA KERJA DAN PENGELUARAN –

PENGELUARAN



WORK PROGRAM AND EXPENDITURES



4.1 KONTRAKTOR akan memulai usaha-usaha 5.1 CONTRACTOR shall

commerce Petroleum

Perminyakan yang dimaksud dalam Kontrak ini

Operations hereunder not letter than six (6)

selambat-lambatnya enam (6) bulan setelah

month after the Effective date.

Tanggal Effektif.

4.2 Jumlah yang akan dikeluarkan oleh KONTRAKTOR 5.2 The program to be carried out by CONTRACTOR in

dalam menjalankan usaha-usaha eksplorasi

conducting exploration operations pursuant to the

berdasarkan ketentuan-ketentuan Perjanjian ini

terms of this Contract during the first three (3)

dalam enam (6) tahun pertama setelah Tanggal

Contract Years after the Effective Date and in

Effektif dan dalam menjalankan Usaha-usaha

conducting Petroleum Operations pursuant to the

Perminyakan

sesuai

ketentuan-ketentuan

terms of this Contract during the next three (3)

Perjanjian ini selama empat (4) tahun berikutnya

Contract Years and the Projected estimated work

harus keseluruhannya tidak akan kurang dari yang

Program and budget in respect of each of such



12



tercantum pertahun kontrak berikut ini:

TAHUN

KONTRAK



PROGRAM



JUMLAH UANG



Contract Years as is follow:

CONTRACT

YEARS



DESCRIPTION



ACTIVITY

UNIT



AMOUNT



BUDGET

UNIT



AMOUNT



G&G

Seismic 2D



Pertama



……………….



…………United

Stated Dollar

(US$..........)



-Acquisition &

Processing

first



KM



Seismic 2D

-Acquisition &

Processing



KM



- License



KM



US$



US$



US$



US$



US$



US$



US$



US$



2



2



G&G

Seismic 2D

-Acquisition &

Processing

Kedua



……………….



…………United

Stated Dollar

(US$..........)



Second



KM



Seismic 2D

-Acquisition &

Processing



KM



- License



KM



Exploratory

Well



Well



2



2



G&G

Seismic 2D

-Acquisition &

Processing

Ketiga



……………….



…………United

Stated Dollar

(US$..........)



Third



KM



Seismic 2D

-Acquisition &

Processing



KM



- License



KM



Exploratory

Well



Well



2



2



G&G

Seismic 2D



Keempat



……………….



…………United

Stated Dollar

(US$..........)



-Acquisition &

Processing

Fourth



KM



Seismic 2D

-Acquisition &

Processing



KM



- License



KM



2



2



13



Exploratory

Well



Well



G&G

Seismic 2D

-Acquisition &

Processing

Kelima



……………….



…………United

Stated Dollar

(US$..........)



Fifth



KM



Seismic 2D

-Acquisition &

Processing



KM2



- License



KM2



Exploratory

Well



Well



US$



US$



US$



US$



G&G

Seismic 2D

-Acquisition &

Processing

Keenam



……………….



…………United

Stated Dollar

(US$..........)



Sixth



KONTRAKTOR akan menjalankan usaha-usaha

Perminyakan sepanjang tiga (3) tahun KOntrak

pertama, selama jangka mana KONTRAKTOR akan

membelanjakan paling tidak ……………Dolar

Amerika Serikat (US$.........), disebut sebagai

komitmen pasti.

JIka dalam salah satu Tahun Kontrak

KONTRAKTOR mengeluarkan kurang dari jumlah

uang yang sharusnya dikeluarkan, jumlah yang

setara dengan kekurangan itu mungkin, dengan

persetujuan BADAN PELAKSANA, di bawa

kedepan dan ditambahkan pada jumlah yang akan

dikeluarkan pada Tahun Kontrak berikutnya tanpa

mengurangi hak-hak KONTRAKTOR.

Jika dalam salah ssatu Tahun Kontrak

KONTRAKTOR mengeluarkan lebih dari jumlah

uang yang seharusnya dikeluarkan, jumlah yang

setara dengan kelebihan itu dapat dikurangkan

dari jumlah yang akan dibelanjakan pada Tahun

Kontrak berikutnya.



KM



Seismic 2D

-Acquisition &

Processing



KM2



- License



KM2



Exploratory

Well



Well



Subject to the provisions of this Contract, during

the first three (3) Contract Years, CONTRACTOR

shall carry out the program as set out above in

respect of each of those years. The work activity

projected during the first three (3) Contract Years

shown above will be called the “firm

commitment”.

rd

If during any Contract Year after the third (3 )

Contract Year CONTRACTOR performance less

work than required in such Year, CONTRACTOR,

may with BADAN PELAKSANA consent carry

forward such work not performed in and add the

work to the work to be performed in the following

Contract

Years

without

prejudice

to

CONTRACTOR’s right hereunder.

If during any Contract Year CONTRACTOR

performed more work than required to be so

performed, CONTRACTOR may subtract such

excess from the work to be so performed by

CONTRACTOR during the succeeding Contract

Years.



14



5.3 Dalam hal KONTRAKTOR mengajukan permintaan 4.3 In the event CONTRACTOR request to extend the

perpanjangan masa eksplorasi setelah tahun ke-6

exploration period after the sixth Contract Years

kontrak sesuai Pasal II ayat 2.2, KONTRAKTOR

as set forth in Section II subsection 2.2,

akan menyerahkan rencana eksplorasi setiap

CONTRACTOR shall submit each year exploration

tahunnya kepada BADAN PELAKSANA.

program to BADAN P ELAKSANA.

4.4 Rencana eksplorasi seperti diatur pada ayat 4.3 di 4.4 Exploration program as set forth in subsection 4.3

atas adalah termasuk rencana kerja yang belum

above shall indude the Work Program which has

terlaksana dan atau rencana eksplorasi yang harus

not been completed and or additional

dilaksanakan pada waktu perpanjangan.

exploration program to be carried out during the

extension period.

4.5 Sekurang-kurangnya tiga (3) bulan sebelum 4.5 At least three (3) months prior to the beginning

permulaan masing-masing Tahun Kalender atau

of each Calendar Year or at such other time as

pada waktu lain yang disepakati kedua belah

otherwise mutually agreed by the Parties,

pihak, KONTRAKTOR harus menyiapkan dan

CONTRACTOR shall prepare and submit for

menyerahkan untuk memperoleh persetujuan

approval to BADAN PELAKSANA a Work

kepada BADAN PELAKSANA suatu Rencana Kerja

Program and Budget of Operating Costs for the

dan Anggaran Biaya-Biaya Operasi untuk Wilayah

Contract Area setting forth the Petroleum

Kontrak menindak lanjuti Operasi Perminyakan

Operations which CONTRACTOR proposes to

yang diusulkan oleh KONTRAKTOR untuk

carry out during the ensuing Calendar Year.

dilaksanakan selama Tahun Kalender berjalan.

4.6 Apabila BADAN PELAKSANA ingin mengusulkan 4.6 Should BADAN PELAKSANA wish to propose a

perubahan atas bagian tertentu dari Rencana

revision as to certain specific features of said

Kerja dan Anggaran dari Biaya-Biaya Operasi, ia

Work Program and Budget of Operating Costs,

harus dalam tiga puluh (30) hari setelah

it shall within thirty (30) days after receipt

menerimanya

memberitahukannya

kepada

thereof so notify CONTRACTOR specifying in

KONTRAKTOR memberikan alasan khusus secara

reasonable detail its reasons therefor. Promptly

rinci. Secepatnya setelah itu, para Pihak akan

thereafter, the Parties will meet and endeavor

bertemu untuk mencapai kesepakatan atas

to agree on the revisions proposed by BADAN

perubahan yang diusulkan oleh BADAN

PELAKSANA. In any event, any portion of the

PELAKSANA. Pada dasarnya, bagian manapun dari

Work Program as to which BADAN PELAKSANA

Rencana Kerja pada mana BADAN PELAKSANA

has not proposed a revision shall insofar as

tidak mengusulkan perubahan harus sejauh

possible be carried out as prescribed herein.

mungkin dilaksanakan sebagaimana mestinya.

4.7 Adalah diketahui oleh para Pihak bahwa rincian 4.7 It is recognized by the parties that the details of a

Rencana Kerja mungkin memerlukan perubahanWork Program may require changes in the light of

perubahan berdasarkan keadaan lingkungan dan

exiting circumstates and nothing herein contained

di sini tidaklah dibatasi hak KONTRAKTOR untuk

shall limit the right of CONTRACTOR to make such

merubah, dengan syarat tidak merubah tujuan

changes, provided they do not change the general

umum dari Rencana Kerja, juga tidak menambah

objective of the Work Program, nor increase the

pengeluaran dari Anggaran Biaya-biaya Operasi

expenditures in the approved Budget of Operating

yang telah disetujui.

Costs.

4.8 Selanjutnya diketahui juga bahwa dalam hal 4.8 It is further recognized that in the even t o f

keadaan darurat atau lingkungan luar biasa

emergencies or extraordinary circumstances

memerlukan tindakan cepat, tiap Pihak mungkin

requiring immediate actions, either Party may

mengambil segala tindakan yang menurutnya

take all actions it deems proper or advisable to

sesuai atau dapat dianjurkan untuk melindungi

protect its interests and those of its respective

kepentingannya dan kepentingan para pekerjanya

employees and any costs so incurred shall be

dan tiap biaya yang timbul harus dsimasukan

included in the Operating Costs.



15



sebagai biaya operasi.

4.9 BADAN PELAKSANA sepakat bahwa persetujuan

atas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya-biaya

Operasi tidak akan ditangguhkan tanpa alasan.



4.9 BADAN PELAKSANA agrees that the approval of a

proposed Work Program and Budget of Operating

Cost will not be unreasonably withheld.



0



0



PASAL V



SECTION V



HAK-HAK DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PARA PIHAK



RIGHT AND OBLIGATIONS OF THE PARTIES



5.1 Berdasarkan pengaturan ayat 5.2 butir 5.2.6 dan 5.1 Subject to the provisions of paragraph 5.2.6 and

5.2.7 di bawah ini:

5.2.7. of Subsection 5.2 herein below:

5.2 KONTRAKTOR akan:



5.2 CONTRACTOR shall:



5.2.1



Menyediakan semua dana yang diperlukan

dan membeli atau menyewa seluruh

peralatan-peralatan, persediaan-persediaan

bahan-bahan yang perlu dibeli atau disewa

dengan mempergunakan Valuta Asing

berdasarkan Rencana Kerja.



5.2.1 Advance all necerssary funds and purchase or

lease all equipment, supplies and materials

required to be purchased or leased with

Foreign Exchange pursuant to the Work

Program.



5.2.2



Memberikan

semua

bantuan

teknis,

termasuk tenaga kerja asing, yang diperlukan

untuk melaksanakan Rencana Kerja, yang

pembayarannya memerlukan Valuta Asing.



5.2.2 Furnish all technical aid, induding foreign

personnel, required for the performanceof

the Work Program, payment whereof

requires Foreign Exchange.



5.2.3



Menyediakan dana-dana lainnya untuk

melaksanakan

Rencana

Kerja

yang

memerlukan pembayaran dalam Valuta

Asing, termasuk pembayaran kepada pihak

ketiga asing yang melaksanakan jasa-jasa

sebagai KONTRAKTOR.



5.2.3 Furnish such other funds for the peformance

of the Work Program that requires payment

in Foreign Exchange, including payment to

foreign third parties who perform services as a

CONTRACTOR.



5.2.4 Bertanggung jawab untuk penyiapan dan

pelaksanaan Rencana Kerja, yang akan

dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan

dengan metode ilmiah yang sesuai.



5.2.4 Be responsible for the preparation and

execution of the Work Program, which shall

be implemented in a workmanlike manner

and by appropiate scientific method



5.2.5 a. melakukan penilaian kondisi dasar

lingkungan pada awal aktivitas KONTRAKTOR.



b . melakukan persiapan penting untuk

pencegahan dan proteksi atas sistem ekologi,

nafigasi, dan perikanan dan akan mencegah

polusi yang luas atas wilayah, laut, sungai-



5.2.5



a. conduct an

environmental baseline

assessment

at

the beginning of

CONTRACTOR's activities

b . take the necessary precautions for

protection of

ecological systems,

navigation and fishing and shall prevent



16



sungai dan wilayah sekeliling Wilayah Kerja

sebagai akibat langsung dari operasi yang

dilakukan sesuai Rencana Kerja.



extensive pollution of the area, and the

sea or rivers and the area surrounding the

Contract Area as the direct result of

operations undertaken under the Work

Program



c . Setelah kontrak berakhir atau putus atau

terlaksananya penyisihan sebagian dari

Wilayah Kerja, atau ditinggalkannya suatu

lapangan, memindahkan seluruh peralatan

dan instalasi-instalasi dari wilayah tersebut

dengan cara yang dapat diterima oleh

BADAN PELAKSANA, dan melakukan seluruh

aktifitas pemulihan atas tempat-tempat yang

diperlukan, sesuai dengan ketentuan dari

Pemerintah yang berlaku untuk mencegah

pengrusakan terhadap kehidupan manusia

dan milik pihak lain atau lingkungan; akan

tetapi, jika BADAN PELAKSANA mengambil

alih suatu wilayah atau lapangan sebelum

daerah tersebut merupakan daerah yang

ditinggalkan, KONTRAKTOR akan dilepaskan

dari

kewajiban

untuk

memindahkan

peralatan dan instalasi dan pelaksanaan

aktifitas pemulihan atas tempat-tempat yang

diperlukan atas lapangan dalam Wilayah

Kerja.



c . after the Contract expiration or

termination, or relinquishment of part of

the Contract Area, or abandonment of

any field, remove all equipment and

installations from me area In a manner

acceptable to BADAN PELAKSANA, and

perform all necessary site restoration

activities in accordance with the

applicable Government regulations to

prevent hazards to human life and

property of others or environment;

provided however, if third party

appointed by GOI to takes over any area

or field prior to its abandonment,

CONTRACTOR shall be released from its

obligation to remove the equipment and

installations and perform the necessary

site restoration activities of the field in

such area. In such event all the

accumulated fund reserved for the

removal and restoration operations fur

such Contract Area shall be transferred

to BADAN PELAKSANA.



Dalam hal ini seluruh dana yang dikumpulkan

yang disiapkan untuk pemindahan dan

operasi pemulihan akan diserahkan kepada

BADAN PELAKSANA.



In such event all the accumulated funds

reserved for the removal and restoration

operations shall be transferred to BADAN

PELAKSANA.



d



Memasukan dalam anggaran tahunan

dari Biaya Operasi, perkiraan dari biayabiaya untuk abandonment dan pemulihan

tempat untuk setiap sumur eksplorasi

dan Rencana Kerja. Seluruh pengeluaran

yang timbul oleh KONTRAKTOR dalam

abandonment atas seluruh sumur-sumur

tersebut dan pemulihan tempat tempat

pengeboran akan diperlakukan sebagai

biaya operasi dalam kontrak ini sebagai

Exhibit C.



d. include in the annual Budget of

Operating Costs, an estimate of the

anticipated

abandonment

and

site

restoration costs for each exploratory well

in the Work Program. All expenditures

incurred

by CONTRACTOR in the

abandonment of all such wells and

restoration of their drill silas shall be

treated as Operating Costs in accordance

with the Accounting Procedure attached

hereto as Exhibit “C”.



e



Memasukkan

dengan

POD,

yang

diharuskan untuk setiap penemuan

komersial, program pemulihan tempat

dan abandonment bersama-sama dengan



e. Include with

requisite plan of

development for

each commeroat

discovery, an abandonment and site

restoration program together with a



17



prosedur pendanaan untuk program

tersebut. Perkiraan jumlah uang yang

diperlukan untuk program ini akan

ditentukan setiap tahun dalam kaitannya

dengan Anggaran dan Biaya Operasi

untuk POD dan seluruh perkiraan biaya

akan diperlakukan sebagai Biaya Operasi

ssesuai dengan Prosedur Akuntansi yang

dilampirkan pada kontrak ini sebagai

Lampiran C.



funding procedure for such program. The

amount of monies estimated to be

required for this program shall .be

determined each year in conjunction

with the Budget of Operating Costs for

the plan of development and all such

estmates shall be treated as Operating

Costs in accordance with the Accounting

Procedure attached hereto as Exhibit "C”.



5.2.6 Mempunyai hak untuk menjual, mengalihkan,

menyerahkan atau melepaskan dengan cara

lain atas seluruh atau sebagian dari hak dan

interest atas kontrak ini kepada Perusahaan

Afiliasi tanpa persetujuan tertulis dari BADAN

PELAKSANA sebelumnya, namun BADAN

PELAKSANA akan diberitahu secara tertulis

pada saat yang bersamaan dan selanjutnya

setiap assignee (pihak yang menerima

pengalihan yang dimaksaud) yang menerima

hak dan interest berdasarkan ayat-ayat dalam

kontrak initidak akan memegang lebih dari satu

(1) TAC atau satu (1) PSC.



5.2.6 have the right to sell, assign, transfer,

convey or otherwise dispose of all or any

part of its rights and interests under this

Contract to any Affiliated Company without

the prior written consent of BADAN

PELAKSANA,

provided

that

BADAN

PELAKSANA shall be notified in writing of

the same beforehand and further provided

that any assignee whom such rights and

interests are assigned to under any clause of

this Contract shall not hold more than one

Production Sharing Contract at any given

time;



5.2.7 Mempunyai hak untuk menjual, mengalihkan,

menyerahkan atau melepaskan dengan cara

lain atas seluruh atau sebagian dari hak dan

interest atas kontrak ini kepada pihak Ketiga

yang bukan afiliasi dengan persetujuan tertulis

dari BADAN PELAKSANA dan Pemerintah RI

terlebih dahulu, persetujuan mana tidak akan

ditahan-tahan lebih lama dari yang sewajarnya,

dan selanjutnya pihak yang menerima

pengalihan hak dan interest yang dimaksud

(assignee) berdasarkan ayat-ayat dalam

kontrak ini tidak akan memegang lebih dari

satu (1) TAC atau satu (1) PSC, kecuali selama

tiga (3) tahun pertama kontrak, KONTRAKTOR

mempunyai (3) tahun pertama Kontrak,

KONTRAKTOR akan memiliki Participacing

Interest yang dominan disbanding pihak lain

yang berpartisipasi sebagai KONTRAKTOR dan

memegang sebagai operator atas pelaksanaan

kontrak ini.



5.2.7 Have the right to sell, assign, transfer,

convey or otherwise dispose of all or any

part of its rights and interests under this

Contract to parties other than Affiliated

Companies with the prior written consent

of BADAN PELAKSANA and GOl, which

consent shall not be unreasonably

withheld, also provided that any assignee

whom such rights and interests are assigned

to under any clause of this Contract shall

not hold more than one Technical

Assistance Contract or Production Sharing

ContJact at any given time; except during

the first three (3) Contract Years,

CONTRACTOR shall hold a more dominant

partidpating

interest than any other

participant and shall hold operatorship of

this Contract.



5.2.8 Tetap menguasai seluruh peralatan yang

disewa dengan mata uang asing dan dibawa ke

Indonesia, dan mempunyai hak untuk

mengekspor kembali.



5.2.8 Retain control of all leased property paid for

with Foreign Exchange and brought into

Indonesia, and be entitled to freely remove the

same there from.



18



5.2.9 Mempunyai hak untuk keluar masuk secara

leluasa dari dan ke Wilayah Kerja dan ketempat

fasilitas ditempatkan, setiap waktu.



5.2.9 have the right of ingress to and egress from the

Contract Area and to and from facilities

wherever located at all times



5.2.10 Mempunyai hak untuk mempergunakan dan

mempunyai akses melalui BADAN PELAKSANA

semua informasi yang bersifat geologi,

geophisika, pengeboran, sumur, produksi dan

informasi lainnya yang dipegang BADAN

PELAKSANA atau dari badan Pemerintah

lainnya untuk hal-hal yang menyangkut

Wilayah Kerja termasuk peta lokasi sumur.

Semua biaya untuk mendapatkan data

informasi

tersebut

disediakan

oleh

KONTRAKTOR dan dapat masuk sebagai biaya

operasi.



5.2.10 Have t h e right to use and have access through

BADAN PELAKSANA, all data and information

of geological, geophysical, drilling, well,

pruduction in the Contract Area held by GOI,

and GOl shall furnish now held by GOl. All cost

incurred in obtaining such data and

information

shall

be

provided

by

CONTRACTOR, and included in Operating Cost.



5.2.11 Menyerahkan kepada Pemerintah melalui

BADAN PELAKSANA copy dari seluruh data asli

mengenai geologi, geophisika, pengeboran,

sumur, produksi dan data dan laporan lainnya

yang mungkin dapat dikumpulkan sepanjang

jangka waktu kontrak.



5.2.11 Submit through BADAN PELAKSANA to GOI

copies of all such original geological,

geophysical, drilling, well, production and

other data and report as it may compile during

the term hereof.



5.2.12 Data original sebagaimana dimaksud pada ayat

5.2.11 harus diserahkan kepada GOI melalui

BADAN PELAKSANA pada saat pengembalian

sebagian atau seluruh Wilayah Kerjanya.



5.2.12 The original Data as set forth in clause 5.2.11

shall submitted to GOI through BADAN

PELAKSANA at the time when CONTRACTOR

relinquish all or a part of Contract Area.



5.2.13 Mempersiapkan dan melaksanakan rencanarencana

dan

program-program

untuk

pendidikan dan latihan untuk pekerja

Indonesia untuk segala klasifikasi pekerjaan

sepanjang hubungan dengan operasi yang

dimaksudkan kedalam kontrak ini.



5.2.13 Prepare and carry out plans and programs for

industrial training and

education of

Indonesians for all job dassifications with

respect to

operations

contemplated

hereunder.



5.2.14 Mempunyai hak, selama jangka waktu Kontrak,

untuk mengambil dengan bebas, menjual dan

mengekspor minyak mentah yang menjadi

bagian KONTRAKTOR dan menahan hasil

penjualannya di luar negeri.



5.2.14 Have the right during the term hereof to freey

lift, dispose of and export its share of Crude

Oil, and retain abroad the proceeds obtained

therefrom.



5.2.15 Mengangkat seorang wakil yang mempunyai

wewenang penuh dalam melaksanakan

kontrak ini, yang memiliki Kantor di Jakarta.



5.2.15 Appoint an authorized representative with

respect to this Contract, who shall have an

office in Jakarta.



5.2.16 Setelah dimulainya produksi secara komersial,

KONTRAKTOR memenuhi kewajibannya dalam

menyuplai kebutuhan pasar dalam negeri

Indonesia. KONTRAKTOR setuju untuk menjual

dan mengirimkan kepada GOI sebagian minyak

mentah yang menjadi bagian KONTRAKTOR

berdasarkan clauses 6.1.3 dan 6.13 dengan



5.2.16 After commercial production commences,

fulfill its obligation towards the supply of the

domestic market

in

Indonesia.

CONTRACTOR agrees to sell and deliver to

GOI a portion of the share of the Petroleum

to which CONTRACTOR is entitled pursuant to



19



perhiungan setiap tahun.



I.



Untuk minyak mentah:



clauses 6.1.3, 6.2.2 and 6.3.1 calculated for

each Year as follows:

I.



For Crude Oil:



a



Mengalihkan jumlah total Minyak Mentah

yang diproduksikan dari Wilayah Kontrak

dengan hasil pembagian antara jumlah

kebutuhan

minyak

dalam

negeri

(domestik) sebagai pembilang dan jumlah

produksi minyak Indonesia dari seluruh

Perusahaan

perminyakan

sebagai

penyebut.



a Multiply the total quantity of Crude Oil

produced from Contract Area by a fraction

the numerator of which is the total

quantity of Crude Oil to be supplied and

the denominator is the entire Indonesian

production of Crude Oil of all petroleum

companies.



b



Menghitung 25% dari jumlah total minyak

mentah yang diproduksikan ke Wilayah

Kontrak.



b Compute twenty-five percent (25%) of

total quantity of Crude Oil produced from

the Contract Area.



c



Mengalikan jumlah Minyak Mentah yang

terkecil antara hitungan (a) dan (b)

dengan

presentase

dari

hak

KONTRAKTOR sesuai klausul 6.1.3.



c



Multiply the lower quantity computed ,

either under (a) or (b) by the resultant

percentage of CONTRACTOR's entitlement

provided as applicable under clause 6.1.3

hereof.



Jumlah minyak mentah yang dihitung

sesuai (c ) adalah jumlah maksimum yang

akan disuplai oleh KONTRAKTOR pada

suatu Tahun Kalender berdasarkan

paragraph ini, dan jika ada kekurangankekurangan, tidak akan dipenuhi (carried

forward)

pada

Tahun

Kalender

berikutnya; apabila pada suatu Tahun

Kalender pengembalian dari biaya

Operasi melebihi dari jumlah total

Penjualan Crude Oil yang diproduksikan

dan disimpan setelah dikurangi First

Tranche

Petroleum

seperti

yang

ditentukan pada pasal VI, maka

KONTRAKTOR akan dibebaskan dari

kewajibannya

dalam

mensuplai

kebutuhan pasar dalam negeri atas Crude

Oil tersebut untuk Tahun Kalender yng

bersangkutan.



The quantity of Crude O i l computed

under (c) shall be the maximum quantity

to be supplied by CONTRACTOR in any

Year pursuant to this paragraph, and

defidencies, if any, shall not be carried

forwand to any subsequent Year;

provided that if for any Year the

recoverable Operating Costs exceed the

difference of total sales proceeds from

Qude Oil produced and saved hereunder

minus the First Tranche Petroleum as

provided under Section VI hereof,

CONTRACTOR shall be relieved from this

supply obligation for such Year.



Harga Minyak Mentah yang akan

dikirimkan dan dijual berdasarkan Clause

5.2.15 ini adalah …% dari harga yang

ditentukan

dalam

Clause

6.1.2,

KONTRAKTOR tidak berkewajiban untuk

mengangkut minyak mentah diluar point

of export akan tetapi apabila diminta

KONTRAKTOR akan membantu dalam



The price at which such Crude Oil be

delivered and sold under this clause

5.2.16 shall be …… percent (….%) of the

price as determined under clause 6.1.2

hereof, and CONTRACTOR shall not be

obligated to transport such Crude Oil

beyond the Point of Export but upon

request CONTRACTOR shall assist in



20



II.



menyelenggarakan pengangkutan dan

bantuan dimaksud tidak akan menjadi

beban biaya atau risiko KONTRAKTOR.



arranging transportation and such

assistance shall be without costs or risk

to CONTRACTOR.



Dengan

memperhatikan

ketentuanketentuan di atas, untuk jangka waktu 5

tahun berturut-turut (60 bulan) dimulai

dari bulan pengiriman pertama Minyak

Mentah yang diproduksikan dan disimpan

dari tiap-tiap lapangan di Wilayah Kerja,

harga per Barel untuk jumlah Minyak

Mentah yang disuplai untuk memenuhi

kebutuhan pasar untuk dalam negeri dari

setiap lapangan adalah sama dengan

harga yang tercantum dalam Pasal VII

yaitu untuk Minyak Mentah yang berasal

dari lapangan yang diambil untuk

pengembalian Biaya Operasi dari …….%

seperti yang ditentukan sebelumnya

dimaksudkan untuk digunakan sebagai

membantu pendanaan usaha eksplorasi

selanjutnya oleh KONTRAKTOR di

Wilayah Kerja atau di wilayah lain di

Republik Indonesia jika ada kesempatan

untuk dilaksanakan oleh KONTRAKTOR.

Dalam hal tidak ada kesempatan yang

dapat dilaksanakan oleh KONTRAKTOR,

KONTRAKTOR

bebas

menggunakan

hasilnya

dimaksud

sesuai

kebijaksanaannya.



Notwithstanding the foregoing, for the

period of five (5) consecutive years

(meaning sixty (60) months) starting the

month of the first delivery of Crude Oil

produced and saved from each field in the

Contract Area, the fee per Barrel for the

quantity of Crude Oil supplied to the

domestic market from each such field

shall be equal to the price determined in

accordance with Section VI hereof for

Crude Oil from such field taken for the

recovery of Operating Costs. The proceeds

in excess of the aforesaid ……percent

(….%) shall preferably be used to assist

financing of continued exploration efforts

by CONTRACTOR in the Contract Area or in

other areas of The Republic of Indonesia if

such opportunity exists. In case no such

opportunity can be demonstrated to exist

in accondance with

good oil field

practices, CONTRACTOR shall be free to

use such proceeds at its own discretion.



Untuk gas:



II.



For Nature Gas:



a



Mengalikan jumlah total Gas yang

diproduksikan dari Wilayah Kontrak

dengan hasil pembagian antara jumlah

kebutuhan

minyak

dalam

negeri

(domestik) sebagai pembilang dan jumlah

produksi Minyak Indonesia dari seluruh

perusahaan

perminyakan

sebagai

penyebut;



a Multiply the total quantity of Natural gas

produced from Contract Area by a fraction

the numerator of which is the total

quantity of Gas to be supplied and the

denominator is the entire Indonesian

production of Natural Gas of all petroleum

companies.



b



Menghitung 25% dari jumlah total gas

yang diproduksikan dari Wilayah Kontrak;



b Compute twenty-five percent (25%) of total

quantity of Natural Gas produced from the

Contract Area.



c



Mengalikan jumlah yang terkecil antara

hitungan (a) dan (b) dengan presentase

dari hak KONTRAKTOR sesuai pasal 6.2.2.



c Multiply the lower quantity computed,

either under (a) or (b) by the resultant

perceniage of CONTRACTOR's entitlement

as provided under clause 6.2.2 hereof.



Jumlah gas yang dihitung sesuai (c) adalah

jumlah maksimum yang akan disuplai



The quantity of Natural Gas computed

under (c) shall be the maximum quantity to



21



oleh KONTRAKTOR suatu Tahun Kalender

berdasarkan paragraph ini, dan jika ada

kekurangan-kekurangan,

tidak

akan

dipenuhi (carried forward) pada Tahun

Kalender berikutnya; apabila pada suatu

Tahun Kalender pengembalian dari Biaya

Operasi melebihi dari jumlah total

penjualan Gas yang diproduksikan dan

disimpan setelah dikurangi First Tranche

Petroleum seperti yang ditentukan pada

Pasal VI, maka KONTRAKTOR akan

dibebaskan dari kewajibannya dalam

mensuplai kebutuhan pasar dalam negeri

atas Gas tersebut untuk Tahun Kalender

yang bersangkutan.



be supplied by CONTRACTOR in any Year

pursuant to this

paragraph, and

defidencies, if any, shall not be carried

forward to any subsequent Year; provided

that if for any Year the recoverable

Operating Costs exceed the difference of

total sales proceeds from Natural Gas

produced and saved hereunder minus the·

First Tranche Petroleum as provided under

Section VI hereof, CONTRACTOR shall be

relieved from this supply obligation for

such Year.



Harga Gas yang akan dikirimkan dan dijual

berdasarkan klausul 5.2.16 ini adalah

harga yang ditentukan dalam klausul 6.2.2

KONTRAKTOR tidak berkewajiban untuk

mengangkut gas diluar point of export

akan tetapi apabila diminta KONTRAKTOR

akan

membantu

dalam

menyelenggarakan pengangkutan dan

bantuan dimaksud tidak menjadi beban

biaya atau resiko KONTRAKTOR.



The price at which such Natural Gas be

delivered and sold under this clause 5.2.16

shall be weighted average price as

determined under clause 6.2.2

hereof,

and CONTRACTOR shall not be obligated to

transport such Natural Gas beyond the

Point of Export but upon reques

CONTRACTOR shall assist in arranging

transportation and such assistance shall be

without costs or risk to CONTRACTOR.



5.2.17 Memberikan pilihan terhadap barang-barang

dan jasa-jasa yang diproduksi di Indonesia atau

dibuat oleh orang-orang Indonesia, dengan

catatan bahwa barang-barang dan jasa-jasa

dimaksud

ditawarkan

dalam

kondisi

kepentingan yang sama sehubungan dengan

kualitas, harga, ketersediaan barang-barang

dan jasa-jasa tersebut pada saat dan jumlah

yang diperlukan.



5.2.17 Give preference to such goods and services

which are produced in Indonesia or

rendered by Indonesian nationals, provided

such good and services are offered at

equally advantageous conditions with regard

to quality, price, availability at the time and in

the quantities required.



5.2.18 Secara terpisah tunduk dan akan membayar

kepada Pemerintah Republik Indonesia pajak

penghasilan termasuk pajak atas keuntungan

setelah pengurangan pajak (tax deduction)

yang dibebankan sehubungan dengan UU Pajak

Penghasilan Indonesia dan Peraturan terkait

yang

berlaku

dan

tunduk

terhadap

persyaratan-persyaratan dari hukum pajak

khususnya mengenai pencatatan keuntungan,

penafsiran atas pajak, pemeliharaan dan

pemaparan buku-buku dan catatan-catatan.



5.2.18 Severally be subject to and pay to the

Government of the Republic of Indonesia the

income tax induding the final tax on profits

after tax deduction imposed on it pursuant to

Indonesian Income

Tax Law and its

implementing regulations and comply with

the requirements of the tax law in particular

with respect to filing of returns, assessment

of tax, and keeping and showing of books and

records.



5.2.19 Tunduk pada seluruh hokum Indonesia yang

berlaku dapat dimengerti bahwa pelaksanaan

Rencana Kerja akan dilaksanakan sedemikian



5.2.19 Comply with all applicable laws of Indonesia.

It is also understood that the execution of

the Work Program shall be exercised so as



22



rupa sehingga tidak bertentangan dengan

kewajiban-kewajiban yang ditentukan pada

Pemerintah Republik Indonesia oleh hukumhukum International.



not to conflict with obligations Imposed on

the Government of the Republic of Indonesia

by international laws.



5.2.20 Tidak membuka data-data geologi, geophisika,

petrophisis, engineering, well logs dan

completion, laporan-laporan keadaan saat itu

dan data lainnya yang dikumpulkan

KONTRAKTOR selama jangka waktu kontrak

kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis

dari BADAN PELAKSANA. Ketentuan ini tetap

berlaku selamanya walaupun kontrak ini telah

berakhir.



5.2.20 Not

disclose geological,

geophysical,

petrophysical, engineering, well logs and

completion, status reports and any other

data as CONTRACTOR may compile during

the term hereof to third parties without

BADAN PELAKSANA's written consent This

clause shall survive after the termination of

this Contract.



5.3 BADAN PELAKSANA akan:



5.3 BADAN PELAKSANA shall :



5.3.1 Mempunyai dan bertanggung jawab untuk

manajemen operasi yang dimaksudkan disini,

akan tetapi, BADAN PELAKSANA akan

membantu dan melakukan konsultasi dengan

KONTRAKTOR dengan pandangan terhadap

fakta bahwa KONTRAKTOR adalah pihak yang

bertanggungjawab untuk pelaksanaan Rencana

Kerja.



5.3.1 Have and be responsible for the

management of the operation contemplated

hereunder, however, BADAN PELAKSANA

shall assist and consult with CONTRACTOR

with a view to the fact that CONTRACTOR is

responsible for the Work Program



5.3.2 Kecuali

berkaitan

dengan

kewajiban

KONTRAKTOR

untuk

membayar

pajak

penghasilan dan pajak final atas keuntungan

setelah pengurangan pajak sebagaimana

ditetapkan dalam Klausula 5.2.17 Bagian V ini,

menanggung dan membebaskan KONTRAKTOR

dari pajak-pajak Indonesia lainnya termasuk

pajak pertambahan nilai, pajak peralihan

(transfer), pungutan ekspor dan impor

terhadap barang-barang, peralatan dan

barang-barang persediaan yang di bawa ke

Indonesia oleh KONTRAKTOR, KONTRAKTORnya dan sub KONTRAKTOR-nya berkaitan

dengan

kepemilikan

modal,

bernilai

menguntungkan, operasi, pembayaran atas

transaksi termasuk pajak atas pungutan pada

atau dalam kaitannya dengan pelaksanaan

operasi oleh KONTRAKTOR;



5.3.2 Except with respect to CONTRACTOR's

obligation to pay the income tax and the

final tax on profrts after tax deduction as

set forth is clause 5.2.17 of this Section V,

assume and discharge all other Indonesian

taxes of CONTRACTOR including value added

tax, transfer tax, import and export duties on

materials, equipment and supplies brought

into Indonesia by CONTRACTOR, its

CONTRACTORs and

subCONTRACTORs:

exaction's in respect of property, capital, net

worth, operations,

remittance

or

transactions tax or levy in connection

including any with operations performed

hereunder by CONTRACTOR.



BADAN PELAKSANA tidak diwajibkan untuk

membayar Pajak Penghasilan KONTRAKTOR

termasuk pajak atas keuntungan setelah

dikurangi pajak ataupun pajak rokok, cerutu,

dan pajak penghasilan pribadi, pajak

penghasilan dan pajak-pajak lain yang tidak

disebutkan di atas terhadap KONTRAKTOR

atau Sub KONTRAKTOR-nya.



BADAN PELAKSANA shall not be obliged to

pay CONTRACTOR's Income Tax including the

final tax on profits after tax deduction nor

taxes on tobaccos, liquor and personnel

Income tax; and income tax and other taxes

not listed above of CONTRACTORs and

subCONTRACTORs



23



Kewajiban BADAN PELAKSANA disini dianggap

dipenuhi dengan diserahkannya kepada

KONTRAKTOR, dalam waktu 120 hari setelah

berakhirnya

Tahun

Kalender,

bukti

dokumentasi sesuai dengan Undang – Undang

Perpajakan yang diwajibkan terhadap pajakpajak tersebut di atas.



The obligation of BADAN PELAKSANA

hereunder shall be deemed to have been

complied with by the delivery to

CONTRACTOR in cash within one hundred

and twenty (120) days after the end of each

Calendar Year of documentary proof in

accordance with the Indonesian fiscal laws



KONTRAKTOR akan berkonsultasi dengan

BADAN PELAKSANA sebelum pembayaran

pajak tersebut oleh pihak lain atas nama

KONTRAKTOR.



That l i a b i l it y , for the above mentioned

taxes has been satisfied.

BADAN PELAKSANA should be consulted

prior to payment of such taxes by

CONTRACTOR or by any other party on

CONTRACTOR’s behalf.

Otherwise

assist

and

expendite

CONTRACTOR'S execution of the Work

Program by providing facilities, supplies and

personnel indudlng, but not limited to,

supplying or otherwise making available all

necessary

visas,

work

permits,

transportation, security protection and rights

of way and easements as may be requested

by CONTRACTOR and made available from

the resources of BADAN PELAKSANA. In the

event such facilities, supplies or personnel

are not readily available, then BADAN

PELAKSANA shall promptly secure the use of

such facilities, supplies and personnel from

alternative

sources.

Expenses

thus

i n c u r r e d by

BADAN PELAKSANA at

CONTRACTOR’s request shall be reimbursed

to BADAN PELAKSANA by CONTRACTOR and

included in the Operating Costs. Such

reimbursement will be made in United

States Dollars computed at the rate of

exchange at the time of conversion.



5.3.3 Sebaliknya membantu dan memperlancar

pelaksanaan Program Kerja KONTRAKTOR

dengan

menyediakan

fasilitas,

barang

persediaan dan personil termasuk, tetapi tidak

terbatas pada menyediakan atau mengadakan

visa, ijin kerja, transportasi, perlindungan

keamanan, ROW yang diminta oleh

KONTRAKTOR dengan menyediakannya dari

sumber-sumber yang dikontrol BADAN

PELAKSANA segera mengadakan fasilitasfasilitas, barang-barang persediaan atau

personil tersebut tidak tersedia, maka BADAN

PELAKSANA atas permintaan KONTRAKTOR

tersebut dibayarkan kembali kepada BADAN

PELAKSANA oleh KONTRAKTOR dan termasuk

dalam operasting cost. Pengembalian tersebut

dalam US Dollar dihitung pada rate terakhir

pada waktu konversi.



KONTRAKTOR akan memberikan uang muka

kepada

BADAN

PELAKSANA

sebelum

dimulainya setiap program kerja tahunan

sebesar US$ …….. untuk keperluan BADAN

PELAKSANA memenuhi pengeluaran Rupiah

yang timbul bekaitan dengan Klausul 5.3.3.



Jika setiap saat selama periode Program kerja

tahunan jumlah minimum uang muka dalam

clause 5.3.3 ini telah dikeluarkan semua, uang

muka tambahan yang terpisah yang mungkin

diperlukan untuk persediaan kebutuhan

Rupiah Jika setiap saat selama Periode Kerja



5.3.3



CONTRACTOR shall advance to BADAN

PELAKSANA before the beginning of each

annual Work Program a minimum amount

of ……. Thousand United Stales Dollars (US$

……….) for the purpose of enabling BADAN

PELAKSANA to meet Rupiah expenditures

incurred pursuant to this clause 5.3.3.

If at any time during the annual Work

Pogram Program period the minimum

amount advanced under these clauses 5.3.3.

has been fully expended, separate additional

Program period the minimum amount

advance uder this clause 5.3.3 has been fullu

expended, separate additional avance



24



tahubab jumlah minimum uang muka dalam

Klausul 5.3.3 ini telah dikeluarkan semua, uang

muka tambahan yang terpisah yang mungkin

diperlukan untuk persediaan kebutuhan

Rupiah yang diperkirakan akan ditimbulkan

oleh BADAN PELAKSANA selama sisa periode

program kerja tahunan akan disediakan. Jika

suatu jumlah uang muka tersebut tidak

dikeluarkan oleh BADAN PELAKSANA sampai

dengan akhir periode Program Kerja, jumlah

yang tidak dikeluarkan tersebut akan

dikreditkan pada jumlah minimum yang akan

dibayarkan sesuai dengan Klausula 5.3.3. ini

untuk periode Program Kerja tahunan

berikutnya.



payment as may be necessary to provide for

the Rupiah expenses estimated to be

incurred by BADAN PELAKSANA during the

balance of such annual Work Program period

will be made. If any amount advanced

hereunder is not expended by BADAN

PELAKSANA by the end of an annual Work

Program period, such unexpended amount

shall be credited against the minimum about

to be advanced pursuant to this clause 5.3.3

for the succeeding annual Work Program

period.



5.3.4 Memastikan bahwa setiap saat selama jangka

waktu perjanjian ini, cukup tersedia dana

Rupiah untuk menutup pengeluaran Rupiah

yang diperlukan selama pelaksanaan Program

Kerja.



5.3.4 Ensure that at all times during the term hereof

suficient Rupiah funds shall be available to

cover the Rupiah expenditure necessary for

the execution of the Work Program.



5.3.5 Sepanjang tidak mengganggu pelaksanaan

Operasi

perminyakan

KONTRAKTOR,

menggunakan peralatan yang menjadi miliknya

sejak berlakunya Perjanjian ini, hanya untuk

Operasi Perminyakan yang

dinyatakan

berdasarkan Perjanjian ini.



5.3.5 with

the prior written

consent

of

CONTRACTOR, approve the usage of assets by

third party to the extent that it does not

interfere with CONTRACTOR's performance of

the Petroleum Operations



5.3.6 Tidak membuka data-data asli yang dihasilkan

dari Operasi Perminyakan, termasuk tetapi

tidak terbatas pada geologi, geofisik, petrofisik,

engineering, well logs dan penyelesaian,

laporan status dan setiap data lainnya

sebagaimana diperolehkan oleh KONTRAKTOR

selama jangka waktu Perjanjian ini, dengan

catatan bahwa semua data tersebut tidak akan

disebarkan kepada pihak ketiga oleh BADAN

PELAKSANA

tanpa

memberitahu

KONTRAKTOR dan mendapat persetujuan

terlebih dahulu dari KONTRAKTOR.



5.3.6 not disclose all original data resulting from

Petroleum Operations induding but not

limited to

geological,

geophysical,

petrophysical,

engineering,

well

and

completion logs, status reports and any other

data as CONTRACTOR may compile during the

term hereof shall not be disclosed by BADAN

PELAKSANA to third parties without informing

CONTRACTOR and getting the consent of

CONTRACTOR for disclosure of such data



0



0



PASAL VI

PENGEMBALIAN BIAYA OPERASI DAN PENANGANAN

PRODUKSI



SECTION VI

RECOVERY OF OPERATING COSTS AND HANDLING OF

PRODUCTION



6.1 MINYAK MENTAH



6.1 CRUDE OIL



25



6.1.1 KONTRAKTOR diberi kewenangan oleh BADAN

PELAKSANA dan diwajibkan untuk memasarkan

seluruh minyak mentah yang diproduksikan dan

disimpan di Wilayah Kontrak berdasarkan

ketentuan-ketentuan Perjanjian ini.



6.1.1 CONTRACTOR is authorized by BADAN

PELAKSANA and obligated to market all Crude

Oil produced and saved from the Contract

Area subject to the provision hereinafter set

forth



6.1.2 KONTRAKTOR akan memperoleh kembali

seluruh biaya Operasi yang berasal dari hasilhasil penjualan atau pembagian Minyak Mentah

yang ditetapkan senilai dengan Biaya Operasi,

yang diproduksi dan disimpan dan tidak

digunakan Operasi Perminyakan. Kecuali

ditentukan dalam Klausula 7.1.4 dan 7.1.5,

KONTRAKTOR diberi hak untuk mengambil dan

menerima dan bebas mengekspor Minyak

Mentah tersebut. Untuk tujuan penentuan

jumlah Minyak Mentah yang diserahkan kepada

KONTRAKTOR

yang

ditetapkan

untuk

mengembalikan Biaya operasi tersebut, harga

rata-rata tertimbang seluruh Minyak Mentah

yang diproduksikan dan dijual dari Wilayah

Kontrak selama Tahun Kalender akan digunakan,

bagaimanapun tidak termasuk penyerahan yang

dibuat berdasarkan klausula 5.2.15. Jika, dalam

setiap Tahun Kalender, Biaya Operasi melebihi

nilai Minyak Mentah yang diproduksikan dan

disimpan disini dan tidak digunakan untuk

Operasi Perminyakan, maka kelebihan biaya

yang tidak dikembalikan tersebut akan

dikembalikan dalam tahun-tahun berikutnya.



6.1.2 CONTRACTOR will recover all Operating Costs

out of the sales proceeds or other disposition

of the required quantity of Crude Oil equal in

value to such Operating Costs, which is

produced and saved hereunder and not used

in Petroleum Operations. Except as provided

in clauses 7.1.4 and 7.1.5, CONTRACTOR shall

be entitled to take and receive and freely

export such Crude Oil. For purposes of

determining the quantity of CrudeOil delivered

to CONTRACTOR required to recover said

Operating Costs, the weighted average price

of all Crude Oil produced and sold from the

Contract Area during thE Calendar Year will be

used, excluding however deliveries made

pursuant to clause 5.2.15. If, in any Calendar

Year, the Operating Costs exceed the value of

the Crude Oil produced and saved hereunder

and not used in Petroleum Operations, then

the unrecovered excess shall be recovered in

succeeding Years



6.1.3 Untuk Minyak Mentah yang tersisa setelah

dikurangi Biaya Operasi:



6.1.3 Of the crude Oil remaining after deducting

Operating Cost:



a. JIka produksi minyak mentah yang pertama

dari Wilayah Kontrak ini berasal dari

Lapangan

Marjinal

sebagaimana

digambarkan. dibawah ini, untuk produksi

tersebut Para Pihak diberi hak untuk

mengambil dan menerima setiap Tahun,

masing-masing

…..%

untuk

BADAN

PELAKSANA dan ……% untuk KONTRAKTOR

sepanjang masa produksi lapangan tersebut.

Suatu “Lapagan Marjinal” merupakan

lapangan pertama dari Wilayah Kontrak

yang diusulkan KONTRAKTOR untuk

pengembangan dan disetujui oleh BADAN

PELAKSANA mampu untuk memproduksi

Minyak Mentah tidak melebihi ……. Barrel

rata-rata setiap hari yang diperkirakan untuk



a If the first Crude Oil production of this

Contract Area is from a Marginal field as

described herein- below, for such production

the Parties shall be entitled to take and

receive each Year, respectively ……………

percent (……%) for BADAN PELAKSANA and

…………..percent (……………%) for CONTRACTOR

over the life of such field.

A "Marginal Field" is the first field of the

Contract Area proposed by CONTRACTOR for

development and approved by BADAN

PELAKSANA, capable of Crude Oil production

not exceeding …… thousand (……) Barrels

daily average projected for the initial two (2)

production years (24 consecutive production

months).

Marginal

Field

production



26



2 tahun produksi (24 bulan produksi).

Produksi Lapangan Marjinal mewakili suatu

segmen terpisah dari lainnya.

b



Untuk produksi Minyak Mentah sebagai hasil

dari tertiary recovery dari proyek enhanced

oil recovery (EOR), para Pihak diberi hak

mengambil dan menerima setiap Tahun,

masing-masing

……%

untuk

BADAN

PELAKSANA

dan

……….%

untuk

KONTRAKTOR.



represents a separate segment from the

others.



b



For Crude Oil production as a result of

tertiary recovery of enhanced oil recovery

(EaR) project, the Parties shall be entitled to

take

and

receive

each

year,

respectively……………..percent

(…….%)

for

BADAN PELAKSANA and ……. percent (………%)

for CONTRACTOR.



Produksi tertiary recovery EOR mewakili

suatu segmen terpisah dari yang lainnya.

c



Untuk produksi Minyak Mentah dari batuan

cadangan pre-Tertiary para Pihak diberi hak

untuk mengambil dan menerima setiap

Tahun, masing-masing sebagai berikut:

i.

BADAN

PELAKSANA

……..%

dan

KONTRAKTOR ……% untuk segmen 0 –

……. Barrel rata-rata setiap hari dari

seluruh produksi pre-Tertiary tersebut di

Wilayah Kontrak selama Tahun Kalender;

ii.



BADAN

PELAKSANA

…..%

dan

KONTRAKTOR ……% untuk segmen lebih

dari …….. Barrel rata-rata setiap hari dari

seluruh produksi pre-Tertiary tersebut di

Wilayah Kontrak selama Tahun Kalender.



iii.



BADAN

PELAKSANA

……%

dan

KONTRAKTOR ……% untuk segmen lebih

dari …………Barrel rata-rata setiap hari

dari seluruh produksi pre-Tertiary

tersebut di Wilayah Kontrak selama

Tahun Kalender;



Tertiary recovery EOR production represents a

separate segment from the others.

c



For Crude oil production from pre- Tertiary

reservoir rocks, the Parties shall be entitled tc

take and receive each year as follows:

i. BADAN PELAKSANA …….. percent (…….%)

and CONTRACTOR ……..percent (…..%) for

the segment of zero (0) to ….. thousand

(……) Barrels daily average of all of such

pre-Tertiary production of the Contract

Area for the Calendar Year;

ii.



BADAN PElAKSANA ……….. percent (…….%)

and CONTRACTOR ……… percent (…..%) for

the segment of …… (….) Barrels to

…….thousand (….) Barrels daily average of

all of such pre- Tertiary production of the

Contract Area for the Calendar Year;

iii.



Batuan cadangan pre-Tertiary berarti

batuan cadangan perminyakan yang

disimpan atau dibentuk dalam waktu

pre-Tertiary.

d.



Untuk produksi minyak mentah dari Wilayah

Kontrak selain dari yang disebutkan dalam

paragraph a, b dan c di atas, BADAN

PELAKSANA dan KONTRAKTOR diberi hak

untuk mengambil dan menerima setiap

Tahun masing-masing …..% dan ……%.



BADAN PElAKSANA ………… percent

(……%) and CONTRACTOR …….. (……%)

for the segment of more than …….

thousand (…….) Barrels daily average of

all of such pre- Tertiary production of

the Contract Area for the Calendar Year;

Pre-Tertiary

reservoir

rocks

mean

petroleum reservoir rocks deposited or

formed in pre-Tertiary times



iv.



For Crude Oil production of the

Contract Area other than those under

paragraphs (a), (b), and (c) herein

above, BADAN PElAKSANA shall be

entitled to take and receive each Year

….. percent (……%) and CONTRACTOR

shall be entitled to take and receive

each Year …….percent (……..%).



27



Masing – masing segmen diatas mewakili segmen

produksi terpisah dari yang lainnya.



Each of the above segments represent separate

production segment from the others.



Pengurangan investment credit dan Biaya Operasi

sebelum bagian-bagian (entitlements) diambil oleh

masing-masing Pihak sebagaimana ditetapkan dalam

Klausula 6.1.3 ini harus berdasarkan metoda prorata

sebagai berikut:



The deduction of investment credit and Operating

Costs before the entitlements are taken by each

respective Party as provided under this clause

6.1.3, shall be subject to the following proration

method:



Untuk setiap Tahun Kalender, investment credit dan

Biaya Operasi yang dapat diperoleh kembali akan

dibagi untuk pengurangan dari produksi masingmasing segmen sebagaimana didefinisikan diatas,

pada rasio yang sama sebagaimana produksi masingmasing segmen sebagaimana didefinisikan di atas,

pada rasio yang sama sebagaimana produksi masingmasing segmen berlaku untuk total produksi Tahun

tersebut.



For each Calendar Year, the recoverable investment

credit and Operating Costs shall be apportioned for

deduction from the production of each of the

segment as herein above defined, at the same ratios

as the production from each such segment bears to

the total production of such Year.



Dalam hal bahwa produksi minyak mentah dari

sebuah lapangan memenuhi syarat untuk lebih dari

pada satu definisi yang dikemukakan pada paragraf a,

b, dan c dari ketentuan 6.1.3, KONTRAKTOR akan

mempunyai kebebasan untuk memilih ketentuan

mana yang akan diterapkan, begitu pilihan ditetapkan

(dibuat) tidak dapat diganti.



In the event that Crude on production from a field

qualifies for more than one of the definitions set out

in paragraphs (a), (b), and (c) of this clause 6.1.3,

CONTRACTOR will have the option to elect which of

the clause shall be applied. Such election when made

shall not be changed.



6.1.4 Hak memilih untuk minyaak mentah bagian

KONTRAKTOR menurut ketentuan 6.1.3, 6.1.7

dan 6.3.1, seperti juga bagian minyak mentah

yang diekspor dan dijual untuk merecover

Operating Cost dan investment credit asal saja

untuk

ketentuan

6.1.7

akan

diterima

KONTRAKTOR di Point of Export, atau

seandainya penyerahan minyak ke BADAN

PELAKSANA ssuai ketentuan 5.2.15, atau

sebaliknya pada point of delivery.



6.1.4 TItle to CONTRACTOR's portion of Crude Oil

under clauses 6.1.3 and 6.3.1 as well as to such

portion of Crude Oil exported and sold to

recover Operating Costs shall pass to

CONTRACTOR at the Point of Expert, or, in the

case of oil delivered to BADAN PELAKSANA

pursuant to clauses 5.215 or otherwise, at the

point of delivery.



6.1.5 KONTRAKTOR akan menggunakan usahanya

yang paling layak untuk memasarkan minyak

mentah kepada pasar luas yang ada. Salah satu

pihak akan berhak mengambil dan menerima

bagian mereka berupa barang/hasil bumi

(Minyak Mentah).



6.1.5 CONTRACTOR will use its best reasonable

efforts to market the Crude Oil to the extent

markets are available. Either Party shall be

entitled to take and receive their respective

portion in kind.



6.1.6 Apabila BADAN PELAKSANA memilih untuk

mengambil bagiannya berupa minyak mentah,

hal ini harus memberitahu ke KONTRAKTOR

secara tertulis tidak kurang dari 90 hari sebelum

mulainya tiap semester dan tiap tahun kalender



6.1.6 If BADAN PELAKSANA elects to take any of its

portion of Crude Oil in kind, it shall so advise

CONTRACTOR in writing not less than ninety

(90) days prior to the commencement of each

semester of each calendar Year specifying the



28



penentuan kuantitas yang dipilih untuk

mengambil

berupa

barang/hasil

bumi.

Pemberitahuan seperti itu akan efektif untuk

semester berikutnya dari masing-asing tahun

kalender, bagaimanapun asal saja, pilihan seperti

itu tidak akan mencampuri dengan perilaku yang

layak dari beberapa perjanjian penjualan minyak

mentah untuk produksi migas dalam areal

kontrak

dimana

KONTRAKTOR

telah

memutuskan sebelum pemberitahuan atas

pilihan seperti itu.



quantity which it elects to take in kind, such

notice to be effective for the ensuing

semester of each calendar year, provided

however, that such election shall not interfere

with proper performance of any Crude Oil

sales agreement for Petroleum produced

within the Contract Area which CONTRACTOR

has executed prior to the notice of such

election.



Kelalaian untuk memberi pemberitahuan akan

merupakan keyakinan yang kuat untuk buki

bahwa tidak mengambil pilihan barang/hasil

bumi. Tanpa izin BADAN PELAKSANA, Penjualan

bagian minyak mentah BADAN PELAKSANA apa

saja, tidak untuk masa lebih dari satu tahun

kalender.



Failure to give such notice shall be condusively

deemed to evidence the election not to take

in kind. Any sale of BADAN PELAKSANA's

pertion of Crude Oil shall not be for a term of

more than one calendar Year without BADAN

PELAKSANA's consent.



6.1.7 a. KONTRAKTOR boleh merecover investment

credit sejumlah ……% dari biaya investasi capital

yang langsung dibutuhkan untuk pengembangan

fasilitas produksi minyak mentah (sebagaimana

diberlakukan dalam ketentuan 2.3.3 dari Exihibit

C dibawah ini) lapangan produksi baru dari

batuan reservoir tersier dari pengurangan

produksi kotor sebelum merecover operating

cost, mulai pada tahun awal produksi atau tahun

sebelum pengurangan pajak (akan dibayar

didepan sesuai tahun produksi).



b KONTRAKTOR boleh merecover investment

credit sejumlah ……% dari biaya investasi

capital yang langsung dibutuhkan untuk

pengembangan fasilitas produksi minyak

mentah (sebagaimana diberlakukan dalam

ketentuan Artikel II paragraf 2.3.3. dari Exhibit

C dibawah ini) lapangan produksi baru dari

batuan reservoir pra-tersier dari pengurangan

produksi kotor sebelum pengurangan pajak

(akan dibayar didepan sesuai tahun produksi).



Investment Credit berdasarkan paragraph a

dan b di atas boleh diterapkan untuk proyek

Secondary recovery dan Tertiary recovery baru,

tetapi bagaimanapun tidak diterapkan pada

pola/kasus produksi sementara, bukan

investasi lanjutan untuk meningkatkan



6.1.7 a. CONTRACTOR my recover an Investment

credit amounting to ……. percent (……..%) of

the capital investment cost directiy required

for developing Crude Oil production facilities

(as provided under Article II paragraph 2.3.3.

of Exhibit "C" hereof) of a new field

produdng from Tertiary reservoir rock out of

deduction from gross production before

recovering Operating Cost, commendng in

the earliest production Year or Years before

tax deduction (to be paid in advance in such

production Year when taken).



b



CONTRACTOR may recover an investment

credit amounting to ….. percent (…….%) of

the capital investment cost directly required

for developing Crude Oil production facilities

(as provided under Article II paragraph 2.3.3.

of Exhibit "C" hereof) of a new field

producing from pre-Tertiary reservoir rock out

of deduction from gross production before

recovering Operating Costs, commencing in

the earliest production Year or Years before

tax deduction (to be paid in advance in such

production Year when taken).

The investment credits referred to in

paragraphs (a) and (b) above (the "Investment

credit") may be applied to new secondary

recovery and tertiary recovery EOR projects

but are, however not applicable to any

interim production schemes nor Further



29



produksi dan pengurangan reservoir melebihi

maksud dalam program pengembangan yang

awal sebagaimana disetujui oleh BADAN

PELAKSANA.

6.2 GAS BUMI

6.2.1 Segala Gas Bumi yang terproduksi dari area

kontrak sejauh tidak digunakan dalam operasi

perminyakan dibawah ini, dapat dibakar

apabila pengolahannya dan penggunaannya

tidak menguntungkan Pembakaran demikian

itu akan diijinkan sejauh ini gas itu tidak

diperlukan

untuk

mengusahakan

pengembalian minyak secara ekonomis melalui

usaha-usaha secondary recovery maka

pembangunan

fasilitas-fasilitas

untuk

pengolahan dan penggunaan yang demikian itu

akan dilakukan sesuai dengan suatu Program

Kerja yang telah disetujui.



investments to enhance production and

reservoir drainage in excess of what was

contemplated in the original development

program as approved by BADAN PElAKSANA.

6.2 NATURAL GAS

6.2.1 Any Natural Gas produced from the Contract

Area to the extent not used in Petroleum

Operations hereunder may be flared if the

processing and utilization thereof is not

economical. Such flaring shall be permitted to

the extent that gas is not required to effectuate

the maximum economic recovery of Petroieum

by secondary recovery operations, including

repressuring and recycling.



6.2.2 Sebaliknya

BADAN

PELAKSANA

dan 6.2.2 Should BADAN PELAKSANA and CONTRACTOR

KONTRAKTOR

mempertimbangkan

consider that the processing and utilization of

pengelolaan dan penggunaan Gas Bumi secara

Natural Gas is economical and choose to

ekonomis dan memilih untuk berperan serta

participate in the processing and utilization

dalam pengolahannya dan penggunaanya,

thereof, in addition to that used in secondary

disamping usaha-usaha secondary recovery

recovery operations, then the construction and

maka pembangunan fasilitas-fasilitas untuk

installation of facilities for such processing and

pengolahan dan penggunaan yang demikian itu

utilization shall be carried but pursuant to an

akan dilakukan sesuai dengan suatu Program

approved Work Program. The priority utilization

Kerja yang telah disetujui.

of Natural Gas produce from Area is to fulfill

domestic consumption and such priority shall be

lapse if during one year after the gas reserve

certification declared there is no domestic

market requirement.

Disetujui pula disini bahwa semua biaya dan

pendapatan yang ditimbulkan dari kegiatan

seperti

pengolahan,

penggunaan

dan

penjualan gas bumi akan diperlakukan sama

seperti yang ditetapkan disini mengenai

Operasi Perminyakan dan pengaturan Minyak

Mentah kecuali Gas Bumi, atau fraksi-fraksi

Propane dan Butane yang diambil dari Gas

Bumi tetapi tidak terpaku di Minyak Mentah,

sisa setelah dikurangi Biaya Operasi yang

terbawa dengan operasi Gas Bumi seperti

ditentukan Exhibit C, Para Pihak akan berhak

untuk mengambil dan menerima setiap Tahun

sebagai berikut: BADAN PELAKSANA ……% dan

KONTRAKTOR …….%.



It is hereby agreed that all costs and revenues

derived from such processing, utilization and

sale of Natural Gas, shall be treated on a basis

equivalent to that provided for herein

concerning

Petroleum

Operations

and

disposition of Crude Oil except of the Natural

Gas, or the propane and butane fractions

extracted from Natural Gas but not spiked in

Crude Oil, remaining after deducting Operating

Costs associated with the Natural Gas operations

as stipulated in Exhibit "C", and the Parties shall

be entitled to take and receive each Year as

Follows: BADAN PELAKSANA ……… percent

(…..%), and CONTRACTOR …….percent (……%).



Untuk menentukan jumlah Gas Bumi yang



For purposes of determining the quantity of



30



diserahkan kepada KONTRAKTOR untuk

pengembalian biaya operasi, maka harga ratarata dari Gas Bumi yang diproduksikan dan

dijual dari Wilayah Kontrak dalam tahun

kalender tersebut yang akan dipergunakan.



Natural Gas delivered to CONTRACTOR required

to recover said Operating Costs, the weighted

average price of all Natural Gas produced and

sold from the Contract Area during the Calendar

Year will be used.



Bagian KONTRAKTOR diatas termasuk meliputi

pajak perseroan ……. persen (….%) dan …. (…%)

branch profit tax. Jika pajak tersebut belum

dikenakan maka bagian KONTRAKTOR akan

disesuaikan dengan semestinya dan bagian

bersih KONTRAKTOR harus tetap …. persen

(…%).



CONTRACTOR's entitlement above include shall

be subject to an assumption that corporate/non

tax ….. percent (….%) and profit branch tax …..

(….%). If such tax assumption has not applied

then CONTRACTOR's entitlement shall be

adjusted accordingly and CONTRACTOR's net

entitlement shall be remained … percent (…%).



6.2.3 KONTRAKTOR boleh merecover investment

credit sejumlah …..% dari biaya investasi capital

yang

langsung

dibutuhkan

untuk

pengembangan fasilitas produksi Gas Bumi

(sebagaimana diberlakukan dalam ketentuan

Artikel 2.3.3. dari Exhibit C dibawah ini)

lapangan produksi baru dari batuan reservoir

pra-tersier dari pengurangan produksi kotor

sebelum merecover operating cost, mulai pada

tahun awal produksi atau tahun sebelum

pengurangan pajak (akan dibayar didepan

sesuai tahun produksi).



6.2.3 CONTRACTOR may recover an investment credit

amounting to one hundred ……. percent (…..%)

of the capital investment cost directly required

for developing Natural Gas production fadlities

(as provided under Artide II paragraph 2.3.3. of

Exhibit"C" hereof) of a new field producing from

pre-Tertiary reservoir rock out of deduction

from gross production before recovering

Operating Costs, commercing in the earliest

production Year or Years before tax deduction

(to be paid in advance in such production Year

when taken).



6.2.4 Dalam hal bagaimanapun KONTRAKTOR

mempertimbangkan

pengolahan

dan

penggunaan Gas Bumi tidak Ekonomis, maka

BADAN PELAKSANA dapat mengambil dan

menggunakan Gas Bumi yang tadinya akan

dibakar, dan semua biaya pengambilan dan

penanganan itu akan semata-mata ditanggung

dan resiko oleh BADAN PELAKSANA.



6.2.4 In the event, however, CONTRACTOR considers

that the processing and utilization of Natural

Gas is not economical, then BADAN PELAKSANA

may choose to take and utilize such Natural Gas

that would otherwise be flared, all costs of

taking and handling to be for the sole account

and risks of BADAN PELAKSANA.



6.3 FIRST TRANCHE PETROLEUM



6.3 FIRST TRANCHE PETROLEUM



6.3.1 Meskipun demikian suatu yang berlawanan di

tempat lain yang terkandung didalam Kontrak,

Para Pihak akan berhak terlebih dahulu

mengambil dan menerima setiap tahun

kuantitas minyak sebesar ….% dari produksi

Minyak setiap tahunnya, sebagaimana disebut

dengan “First Tranche Petroleum” sebelum ada

pengurangan untuk pengembalian biaya

operasi

dan

penanganan

produksi

sebagaimana ditetapkan di Bagian VI.



6.3.1 Notwithstanding anything to the contrary

elsewhere contained in this Contract, the

Parties shall be entitled to first take and receive

each Year a quantity of Petroleum of ….

percent (…%) of the petroleum production of

each such Year, called the 'First Tranche

Petroleum" before any deduction for recovery

Operating Casts and handling of production as

provided under this Section VI.



6.3.2 First Tranche Petroleum yang dimaksud untuk

masing-masing tahun kalender nantinya dibagi

untuk minyak mentah antara BADAN



6.3.2 Such First Tranche Petroleum for each

Calendar Year is further shared for Crude Oil

between

BADAN

PELAKSANA

and



31



PELAKSANA

dan

KONTRAKTOR

sesuai

pembagian yang ditetapkan pada ketentuan

6.1.3.



CONTRACTOR in accordance with the sharing

splits provided under clause 6.1.3.



6.3.3 Untuk Gas Bumi, First Tranche Petroleum yang

dimaksud adalah dibagi antara BADAN

PELAKSANA

dan

KONTRAKTOR

dengan

pembagian berdasarkan yang ditetapkan pada

ketentuan 6.2.2.



6.3.3 For Natural Gas, such First Tranche Petroleum

is shared between BADAN PELAKSANA

and CONTRACTOR in accordance with the

sharing split provided under clause 6.2.2.



0



0

PASAL VII



SECTION VII



PENILAIAN MINYAK MENTAH



VALUATION OF CRUDE OIL



7.1 Minyak Mentah yang dijual kepada Pihak Ketiga

akan dinilai sebagai berikut:



7.1



Crude Oil sold to third parties shall be valued

as follows:



7.1.1 Semua Minyak Mentah yang diambil oleh

KONTRAKTOR, termasuk bagiannya yang

menjadi hak KONTRAKTOR dan bagian yang

digunakan untuk pengembalian Operating

Costs dan yang dijual kepada Pihak Ketiga akan

dinilai menurut net realized price f.o.b.

Indonesia yang diterima oleh KONTRAKTOR

untuk Minyak Mentah yang demikian itu.



7.1.1 All Crude Oil taken by CONTRACTOR including

its share and the share for the recovery of

Operating Costs and sold to third parties shall

be valued at the net realized price f.o.b.

Indonesia received by CONTRACTOR for such

Crude Oil.



7.1.2 Semua Minyak Mentah hak BADAN

PELAKSANA yang diambil oleh KONTRAKTOR

dan dijual kepada Pihak Ketiga akan dinilai

menurut net realized price f.o.b. Indonesia

yang diterima oleh KONTRAKTOR untuk

Minyak Mentah yang demikian itu.



7.1.2 All BADAN PELAKSANA's Crude Oil taken by

CONTRACTOR and sold to third parties shall

be valued at the net realized price f.o.b,

Indonesia received by CONTRACTOR for such

Crude Oil.



7.1.3 BADAN PELAKSANA akan diberitahu sebelum

penjualan tersebut mengacu pada ketentuan

7.1.1. dan 7.1.2. dari sub pasal ini dilakukan.



7.1.3 BADAN PELAKSANA shall be duly advised

before the sales referred to in clauses 7.1 1

and 7.1.2 of this subsection are made.



7.1.4 Dengan memperhatikan kepada setiap Kontrak

Penjualan yang telah ada, apabila BADAN

PELAKSANA dapat memperoleh suatu net

realized price yang lebih mennguntungkan

untuk Minyak Mentah tersebut dalam

ketentuan 7.1.1. dan 7.1.2. dari sub pasal ini,

kecuali dalam hal minyak mentah hak,

kemudian

BADAN

PELAKSANA

akan

memberitahu KONTRAKTOR tentang hal itu

secara tertulis selambat-lambatnya 90 hari

sebelum awal dari penyerahan usulan Kontrak

Penjualan dari BADAN PELAKSANA. Empat



7.1.4 Subject to any existing Crude Oil sales

agreement, if a mare favorable net realized.

price is available to BADAN PELAKSANA for

the Crude Oil as referred to in clauses 7.1.1

and 7.1.2 of this subsection, except

CONTRACTOR's portion of Crude Oil, then

BADAN

PELAKSANA shall so

advise

CONTRACTOR in writing not less than ninety

(90) days prior to the commencement of the

deliveries under BADAN PELAKSANA's

proposed sales contract Forty-five (45) days

prior to the start of such deliveries,



32



puluh lima (45) hari sebelum mulai penyerahan

dimaksud, KONTRAKTOR akan membantu

BADAN

PELAKSANA

tentang

maksud

KONTRAKTOR untuk memakai net realized

price yang lebih menguntungkan itu dalam

hubungan kwantitas dan periode penyerahan

yang diijinkan dan tercantum pada Kontrak

penjualan yang diusulkan. Apabila tidak ada

pemberitahuan BADAN PELAKSANA akan

memasarkan/menjual Minyak Mentah itu.



CONTRACTOR shall notify BADAN PELAKSANA

regarding CONTRACTOR's intention to meet

the more favorable net realized price in

relation to the quantity and period of delivery

concerned in said proposed sales contract In

the absence of such notice BADAN

PELAKSANA shall market said Crude Oil.



7.1.5 Penjualan/pemasaran BADAN PELAKSANA

mengenai Minyak Mentah yang dimaksud pada

ketentuan 7.1.4 akan berjalan terus selama 45

hari setelah net realized price yang dipakai

BADAN PELAKSANA untuk minyak dimaksud

kurang

menguntungkan.

Kewajiban

KONTRAKTOR untuk menjual/memasarkan

Minyak Mentah yang dimaksud tidak akan

timbul sampai BADAN PELAKSANA telah

memberikan pemberitahuan dimuka kepada

KONTRAKTOR sekurang-kurangnya 45 hari

tentang

maksud

untuk

menghentikan

penjualan yang dimaksud itu, selama BADAN

PELAKSANA menjual Minyak Mentah tersebut

di

atas,

BADAN

PELAKSANA

akan

mempertanggung

jawabkan

kepada

KONTRAKTOR atas dasar net realized price

yang lebih menguntungkan.



7.1.5 BADAN PELAKSANA's marketing of such Crude

Oil as referred to in clause 7.1.4 shall

continue until forty-five (45) days after BADAN

PELAKSANA's net realized price on said Crude

Oil becomes less favorable. CONTRACTOR's

obligation to market said Crude Oil shall not

apply until after BADAN PELAKSANA has given

CONTRACTOR at least forty-five (45) days

advance notice of its desire to discontinue

such sales. As long as BADAN PELAKSANA is

marketing the Crude Oil referred to above, it

shall account to CONTRACTOR, on the basis of

the more favorable net realized price.



7.1.6 Tanpa mengurangi ketentuan-ketentuan Pasal

VI dan Pasal VII, KONTRAKTOR dapat menurut

kehendaknya sendiri menyerahkan kepada

BADAN PELAKSANA selama tahun kontrak

yang manapun juga haknya untuk menjual

Minyak Mentah apapun yang melebihi

kebutuhan – kebutuhan KONTRAKTOR yang

biasa dan yang biasa dan yang bersifat

Kontraktuil dengan syarat bahwa harga

penjualannya tidak kurang dari net realized

price dari wilayah Kontrak.



7.1.6 Without prejudice to any of the provisions of

Section VI and Section VII, CONTRACTOR may

at its option transfer to BADAN PELAKSANA

during any Calendar Year the right to market

any Crude Oil which is in excess of

CONTRACTOR's normal and contractual

requirement provided that the price is not less

than the net realized price from the Contract

Area.



Permintaan

BADAN

PELAKSANA

yang

menyebut jumlah dan expected loading date

harus disampaikan secara tertulis sekurangkurangnya 30 hari sebelum pengapalan/lifting

minyak mentah dimaksud. Pengangkatan

tersebut tidak boleh mengganggu jadwal

pergerakan kapal tangker KONTRAKTOR

BADAN PELAKSANA harus menguraikan

kepada KONTRAKTOR berkenaan dengan

setiap penjualan yang dilakukannya.



BADAN PELAKSANA's request stating the

quantity and expected loading date must be

submitted in writing at least thirty (30) days

prior to lifting said Crude Oil. Such lifting. must

not interfere with CONTRACTOR's scheduled

tanker movements. BADAN PELAKSANA shall

account to CONTRACTOR in respect of any

sale made by it hereunder.



33



7.1.7 BADAN PELAKSANA mempunyai opsi di Tahun

manapun dimana jumlah PETROLEUM yang

menjadi bagiannya berdasarkan klausul 6.1.3

dan 6.3.1, lebih kecil dari lima puluh persen

(50%) produksi total “PETROLEUM”, untuk

memasarkan atas beban KONTRAKTOR

sejumlah

PETROLEUM

yang

darinya

KONTRAKTOR berhak atas pengembalian biaya

operasi yang bersama-sama dengan bagian

BADAN PELAKSANA senilai lima puluh present

(50%) dari total produksi Kontrak Area. Dalam

hal tersebut BADAN PELAKSANA harus

memberitahu

KONTRAKTOR,

dengan

pemberitahuan tertulis sembilan puluh (90)

hari di muka pada tahun tersebut, atas maksud

BADAN PELAKSANA melaksanakan opsi

dengan syarat tanpa kecuali bahwa harga yang

diperoleh

bagi

KONTRAKTOR

harus

sebagaimana diatur dalam Pasal VII ini.



7.1.7 BADAN PELAKSANA shall have the option, in

any Year in which the quantity of Petroleum

to which it is entitled pursuant to clauses

6.1.3 and 6.3.1 hereof is less than fifty

percent (50%) of the total Petroleum

production by ninety (90) days written

notice in advance of that Year, to market for

the account of CONTRACTOR at the price

provided for in Section VII hereof for the

recovery of Operating Costs, a quantity of

Petroleum which together with BADAN

PELAKSANA's entitlement under clauses

6.1.3 and 6.3 .1 equals fifty percent (50%) of

the total Petroleum produced and saved

from the contract area.



7.2 Minyak mentah yang dijual pada pihak ke tiga

akan dihargai sebagai berikut:



7.2 Crude Oil sold to ather than third parties shall be

valued as follows:



7.2.1 Dengan menggunakan rata-rata tertimbang per

satuan harga yang diterima oleh KONTRAKTOR

dan BADAN PELAKSANA dari penjualan kepada

pihak-pihak ke tiga (tidak termasuk komisi dan

pembayaran kepada broker yang berhubungan

dengan penjualan kepada pihak ketiga tersebut

selama tiga (3) bulan penjualan di muka setelah

penyesuaian yang diperlukan untuk mutu,

tingkat dan berat jenis, atau



7.2.1 by using the weighted average per unit price

received by CONTRACTOR and BADA.N

PELAKSANA from sales to third parties

(excluding, however, commissions and

brokerages paid in relation to such third party

sales) during the three (3) months preceding

such sale adjusted as necessary for quality,

grade and gravity: or



7.2.2 Jika apabila tidak ada penjualan pada pihak

ketiga yang telah dilakukan selama periode

tersebut, kemudian atas dasar yang diperlukan

untuk menetapkan harga minyak mentah

Indonesia dengan mutu, tingkat dan berat jenis

yang sama dan mempertimbangkan keadaankeadaan khusus berkenaan dengan penjualan

minyak mentah Indonesia tersebut.



7.2.2 If no such third party sales have been made

during such period of time, then on the basis

used to value lndonesian Crude Oil of similar

quality, grade and gravity and taking into

consideration any special circumstances with

respect to salesof such Indonesian Crude Oil.



7.3 Penjualan ke pihak ketiga yang dimaksud pada 7.3 Third party sales referred to in this Section VII

shall mean sales by CONTRACTOR to purchasers

Pasal VII ini berarti penjualan-penjualan oleh

independent of

CONTRACTOR, that are

KONTRAKTOR

kepada

pembeli-pembeli

purchasers with whom (at the time the sale is

independen dari KONTRAKTOR adalah pembelimade) CONTRACTOR has no contractual interest

pembeli dengan siapa (pada saat penjualan

involving directly or indirectly any joint interest.

terjadi) KONTRAKTOR tidak mempunyai interest

Kontraktual, langsung maupun tidak.

7.4 Komisi-komisi atau biaya broker yang terjadi

dalam kaitannya dengan penjualan minyak

mentah BADAN PELAKSANA dan KONTRAKTOR



7.4 Commissions or brokerages incurred In

connection with sales to third parties, if any

shall not exceed the customary and prevailing



34



kepada pihak ketiga, jika ada, tidak akan melebihi

harga yang biasa dengan harga yang berlaku.



rate.



7.5 Selama tahun kalender yang berlaku, penanganan

produksi (misalnya, implementasi dari ketetapanketetapan pada Pasal VI) dan hasilnya harus sesuai

dengan rencana kerja dan anggaran berdasarkan

atas estimasi jumlah hidrokarbon yang akan

diproduksikan, konssumsi internal Indonesia,

kemungkinan pemasaran, harga dan kondisi

penjualan lainnya dan juga faktor-faktor lainnya

yang relevan.



7.5 During any given Calendar Year, the handling of

production (i.e. the implementation of the

provisions of Section VI hereof) and the

proceeds thereof shall be provisionally dealt

with on the basis of the relevant Work

Program and Budget of Operating Cost based

upon estimates of quantities of Petroleum to

be produced, of internal consumption in

Indonesia, of marketing possibilities, of prices

and other sale conditions as well as of any

other relevant factors.



Dalam tiga puluh (30) hari sesudah tahun berjalan

berakhir, penyesuaian dan cash settlement

diantara para pihak akan dilakukan atas dasar

kuantitas aktual, jumlah dan harga yang berlaku

dalam rangka memenuhi ketetapan-ketetapan

yang tercantum pada Kontrak ini.



Within thirty (30) days after the end of said

given Year adjustment and cash settlements

between the Parties shall be made on the

basis of the actual quantities, amounts and

prices involved, in order to comply with the

provisions of this Contract.



7.6 Dalam hal Operasi Petroleum menyangkut

pemisahan dari minyak mentah kedalam mutu

dan/atau tingkat yang berbeda dan jika para pihak

tidak secara bersama-sama menyetujui:



7.6 In the event the Petroleum Operations involve

the segregation of Crude Oil of different quality

and/or grade and if the Parties do not otherwise

mutually agree:



7.6.1 Setiap dan semua kontrk ini yang menyangkut

evaluasi minyak mentah harus diberlakukan

secara terpisah pada masing-masing minyak

mentah.



7.6.1 any and all provisions of this Contract

concerning evaluation of Crude Oil shall

separately apply to each segregated Crude Oil;



7.6.1 Setiap minyak mentah yang diproduksikan dan

dipisahkan pada tahun tertentu harus

berkontribusi pada:

a Jumlah yang diperlukan pada tahun tersebut

untuk pengembalian seluruh biaya-biaya

operasi dan kredit investasi sesuai klausul

6.1.2 diatas



7.6.2 each Crude Oil produced and segregated in a

given Year shall contribute to:

a.



the "required quantity" destined in such

Year to the recovery of all Operating Costs

pursuant to clause 6.1.2 hereof;



b Jumlah minyak mentah yang diperlukan atas

nama satu pihak berhak pada tahun tersebut

sesuai klausul 6.1.3 dan 6.3.1.



b.



the 'required quantity" of Crude Oil to which

a Party is entitled in such Year pursuant to

clauses 6 1.3 and 6 3.1 hereof;



c Jumlah minyak mentah yang diperlukan dan

disetujui KONTRAKTOR untuk menjual dan

mengirimkannya pada tahun tersebut guna

konsumsi domestik di Indonesia sesuai

klausul 5.2.16, diluar bagian minyak mentah

dimana ia memiliki hak sesuai klausul 6.1.3

dan 6.3.1.



c.



the "required quantity" of Crude Oil which

CONTRACTOR agrees to sell and deliver in

such Year for domestic consumption in

Indonesia pursuant to clause 5 2.16 hereof,

out of the share of Crude Oil to which it is

entitled pursuant to clauses 6.1.3, and 6.3.1

hereof;



35



Dengan jumlah-jumlah masing-masing darinya

menanggung “jumlah yang diperlukan menurut

paragraf (a), (b), (c ) di atas, proporsi yang sama

dengan jumlah minyak mentah yang diproduksi dan

dipisahkan pada tahun tersebut menjadi jumlah

keseluruhan minyak mentah yang diproduksikan pada

tahun dari wilayah Kontrak.



With quantities, each of which shall bear to the

respective 'required quantity" referred to in

paragraphs (a), (b), or (c) above, the same proportion

as the quantity of such Crude Oil produced and

segregated in such given Year bears to the total

quantity of Crude Oil produced in such Year from the

Contract Area.



0



0

PASAL VIII



SECTION VIII



PENILAIAN GAS BUMI



VALUATION OF NATURAL GAS



8.1



Seluruh Gas Bumi yang dijual kepada baik pihak

ketiga atau bukan pihak ketiga akan dihargai

pada harga kontrak penjualan.



8.1 All natural gas sold to third parties or other than

third parties shall be valued at contract sales

price.



8.2



Gas bumi yang dijual kepada bukan pihak ketiga

akan dihargai sebagai berikut:



8.2 Natural Gas sold to other than third parties

shall be valued as follows:



8.2.1 Dengan

menggunakan

rata-rata

tertimbang per satuan harga yang

diterima oleh KONTRAKTOR dan BADAN

PELAKSANA dari penjualan kepada pihakpihak ke tiga (tidak termasuk komisi dan

pembayaran kepada broker yang

berhubungan dengan penjualan kepadda

pihak ketiga (3) bulan penjualan di muka

setelah penyesuaian yng diperlukan untuk

mutu, tingkat dan berat jenis, atau



8.3



8.2.1



by using the weighted average per unit

price received by CONTRACTOR and

BADAN PELAKSANA from sales to third

parties (exduding, however, commissions

and brokerages paid in relation to such

third party sales) during the three (3)

months preceding such sale adjusted as

necessary for quality, grade and gravity: or



8.2.2 Jika apabila tidak ada penjualan pada

pihak ketiga yang telah dilakukan selama

periode tersebut, kemudian atas dasar

yang dipergunakan untuk menetapkan

harga gas bumi Indonesia dengan mutu,

tingkat dan berat jenis yang sama dan

mempertimbangkan

keadaan-keadaan

khusus berkenanaan dengan penjualan

gas bumi Indonesia tersebut.



8.2.2 If no such third party sales have been made

during such period of time, then on the

basis used to value Indonesian Natural Gas of

similar quality, grade and gravity and taking

into consideration any special circumstances

with respect to sales of such Indonesian

Natural Gas.



Penjualan ke pihak ketiga yang dimaksud pada

Pasal VII ini berarti penjualan-penjualan oleh

KONTRAKTOR

kepada

pembeli-pembeli

independen dari KONTRAKTOR, adalah pembelipembeli dengan siapa (pada saat penjualan

terjadi) KONTRAKTOR tidak mempunyai interest

kontraktual, langsung maupun tidak.



8.3 Third party sales referred to in this Section VIII

shall mean sales by CONTRACTOR to purdhasers

independent of CONTRACTOR, that are

purchasers with whom (at the time the sale is

made) CONTRACTOR has no contractual interest

involving directly or indirectly any joint interest.



36



8.4 Komisi-komisi atau biaya broker yang terjadi

dalam kaitannya dengan penjualan minyak

mentah BADAN PELAKSANA dan KONTRAKTOR

kepada pihak ke tiga, jika ada, tidak akan

melebihi tingkat yang biasa diberlakukan.



0



BAB IX

KOMPENSASI, BANTUAN DAN BONUS

PRODUKSI



8.4 Commissions or Brokerages incurred in

connection with sales to third parties, if any

shall not exceed the customary and prevailing

rate.



0



SACTION IX

COMPENSATION, ASSISTANTE, AND

PRODUCTION BONUS



9.1. KONTRAKTOR harus membayar ke GOI

sebagai kompensasi atas informasi yang saat

ini ditangan GOI sejumlah …….. (US$ ……..)

sesudah persetujuan dari kontrak ini oleh

Pemerintah Indonesia sesuai ketentuan yang

berlaku.

Pembayaran

tersebut

harus

dilakukan dalam tiga puluh (30) hari sesudah

tanggal efektif.



9.1 CONTRACTOR shall pay to the GOI a signature

bonus the sum of ........ United States Dollars

(US $ ...... ..) after the approval of this contract

by GOI in accordance with provisions of

applicable law. Such payment shall be made

within thirty (30) days after the Effective Date.



9.2. KONTRAKTOR harus, dalam tiga puluh (30)

hari sesudah meminta GOI secara tertulis

dalam kontrak tahun pertama pemberian

kepada GOI peralatan atau jasa dalam jumlah

tidak melebihi ………. (US$.....), untuk kegiatan

kegiatan eksplorasi dan produksi di industri

perminyakan Indonesia.

9.3. KONTRAKTOR harus membyar kepada GOI

sejumlah ………. (US$.....) , dalam tiga puluh

(30) hari sesudah kumulatif produksi

petroleum dari area kontrak mencapai

……Juta

Barel

Ekuivalen

Minyak

(……MMBOE); dan



9.2 CONTRACTOR Shall within thirtty (30) days

after GOI’S request in writing during the first

Contract Year provide GOI with equipment

and/or services in an amount not axceeding

the sum of ……….. United States Dollars

(US$................) for exploration and production

activities special purpose in Indonesia’s

petroleum industry.

9.3 CONTRACTOR shall pay to GOI the sum of

…………. United States Dollars (US$...........),

within thirty (30) days after cumulative

petroleum production from the contract Area

has reached ………….. million Barrels of oil

equivalent (……..MMBOE); and



KONTRAKTOR harus membayar kepada GOI

sejumlah ………. (US$.....) , dalam tiga puluh

(30) hari sesudah kumulatif produksi

petroleum dari area kontrak mencapai

……Juta Barel Ekuivalen Minyak (……MMBOE);

dan



CONTRACTOR shall pay to GOI the sum of

………. United States Dollars (US$ ……..) , within

thirty (30) days after cumulative petroleum

production from the contract area has

reached ………. Millions Barrels of Oil

Equipment (…….. MMBOE); and



KONTRAKTOR harus membayar kepada GOI

sejumlah ………. (US$.....) , dalam tiga puluh

(30) hari sesudah kumulatif produksi

petroleum dari area kontrak mencapai



CONTRACTOR shall pay to GOI the sum of

………. United States Dollars (US$ ……..) , within

thirty (30) days after cumulative petroleum

production from the contract area has reached



37



……Juta Barel Ekuivalen Minyak (……MMBOE).



9.4. Kompensasi tas informasi, peralatan atau jasa

dan pembayaran bonus secara berturutturut pada klausul 9.1, 9.2, 9.3 ini sematamata akan ditanggung oleh KONTRAKTOR

dan tidak dimasukkan kedalam biaya-biaya

operasi.



………. Millions Barrels of Oil Equipment (……..

MMBOE).

9.4 The awarded compensation, equipment or

services, and bonuses payment respectively in

clause 9.1, 9.2 and 9.3 here of shall be solely

borne by CONTRACTOR and shall not be

included in the operating costs.



PASAL X

PEMBAYARAN

10.1.



Semua pembayaran pada kontrak ini

mewajiban

KONTRAKTOR

untuk

melaksanakannya ke BADAN PELAKSANA

atau Pemerintah Republik Indonesia harus

dilakukan dalam mata uang Dolar Amerika

Serikat pada bank yang ditunjuk oleh masingmasing dan disetujui oleh Bank Indonesia

atau atas pilihan KONTRAKTOR, mata uang

lainya yang dapat diterima oleh mereka

kecuali bahwa KONTRAKTOR mungkin

melakukan pembayaran dalam Rupiah

sepanjang mata uang tersebut dinyatakan

sebagai hasil dari penjualan domestic minyak

mentah atau gas alam atau produk

petroleum, jika ada.



10.2. Semua pembayaran kepada KONTRAKTOR

harus dilakukan dalam mata uang Dolar

Amerika Serikat atau atas pilihan BADAN

PELAKSANA, mata uang lainya yang dapat

diterima oleh KONTRAKTOR, pada suatu

Bank ynag ditunjuk oleh KONTRAKTOR.

10.3. Pembayaran apa saja yang diperlukan untuk

dilaksanakan menurut kontrak ini harus

dilaksanakan dalam waktu tiga puluh (30)

sejak akhir bulan dari kewajiban untuk

melakukan pembayaran tersebut..



PASAL X

PAYMENT

10.1



10.2 All payment due CONTRACTOR shall be

made in United States Dollars or at BADAN

PELAKSANA’S election, other currencies

acceptable to CONTRACTOR at a bank to

be designated by CONTRACTOR.



10.3



BAB XI



Peralatan yang dibeli oleh KONTRAKTOR

berdasarkan program Kerja menjadi milik

GOI (dalam hal impor, ketika mendarat di

pelabuhan impor Indonesia) dan selanjutnya

akan digunakan dalam Operasi Perminyakan



Any payment required to be made

pursuant to this Contract shall be made

within thirty (30) days following the end of

the month inn which the obligation to

make such payment occurs.



BAB XI



HAK ATAS PERALATAN



11.1



All payments which this contracts obligates

CONTRACTOR to make to BADAN

PELAKSANA or GOI shall be made in the

currency of US Dollars at a bank

designated by each and approved by Bank

Indonesia or the option of CONTRACTOR,

other currency that can be accepted by

them except that the CONTRACTOR may

make payments in all currencies Rupiah is

expressed as a result of domestic sales of

crude oil or natural gas or petroleum

products, if any.



TITLE TO EQUIPMENT



11.1



Equipment purchased by CONTRACTOR

pursuant to the Work program becomes

the property of GOI (in case of imports,

when landed at the Indonesian ports of

import) and will be used in Petroleum



38



dalam KONTRAK ini.

11.2



Ketetapan-ketetapan dalan kalusal 11.1 dari

pasal XI ini tidak akan dikenakan pada

peralatan pihak ketiga yang disewa yang

memberikan

jasa-jasanya

sebagai

KONTRAKTOR, peralatan mana boleh

diekspor secara bebas dari Indonesia.



Operations hereunder.

11.2



BAB XII

KONSULTASI DAN ARBITRASI



The provisions in clause 11.1 of this

Section XI shall not apply to leased

equipment belonging to third parties who

perform services as a CONTRACTOR,

which equipment may be freely exported

from Indonesia.

SECTION XI

CONSULTATION AND ARBITRATION



12.1



Secara berkala BADAN PELAKSANA dan

KONTRAKTOR

akan

bertemu

untuk

mendiskusikan

pelaksanaaan

operasi

perminyakan yang dimaksud dalam kontrak

ini dan akan berusaha sebaik-baiknya untuk

menyelesaikan

secara

damai

semua

persoalan-persoalan yang timbul dari

padanya.



12.1



Periodically, BADAN PELAKSANA and

CONTRACTOR shall meet to discuss the

conduct of the petroleum operations

envisaged under this contract and will

make every effort to sattle amicably any

problem arising therefrom.



12.2



Apabila ada perselisihan yang timbul antara

BADAN PELAKSANA dan KONTRAKTOR

sehubungan dengan pelaksanaan kontrak ini

atau interpretasi dan pelaksanaan dari slah

satu klausal dalam kontrak akan diselesaikan

secara damai, dan saling mengerti dalam 90

hari sejak diterimanya pemberitahuan oleh

salah satu pihak mengenai adanya

perselisihan.



12.2



Disputes, If any, arising between BADAN

PELAKSANA and CONTRACTOR relating

to this contract or the interpretation and

performent of any of the clauses of this

contract shall be settled amicablly and

persuasively within ninety (90) days after

the receipt by one party of a notice from

the other party the existence of the

dispute.



12.3



Perselisihan seperti dalam ayat 12.2 yang

tidak dapat diselesaikan secara damai akan

diserahkan kepada keputusan-keputusan

arbitrasi. BADAN PELAKSANA pada salah

satu pihak dan KONTRAKTOR pada pihak lain

menunjuk seorang arbitrator dan kemudian

menasehati pihak-pihak lainnya dan kedua

arbitrator tersebut menunjuk arbitrator

ketiga. Apabila masing-masing pihak gagal

dalam menunjuk arbitrator dalam tiga puluh

(30) hari setelah menerima permintaan

tertulis untuk melaksanakan hal tersebut,

maka arbitrator tersebut akan, atas

permintaan pihak lainnya, jika kedua belah

pihak tidak setuju, dengan penunjukan oleh

presiden Kamar Dagang International

(President of the Internationna Chamber of

Commerce). Jika kedua arbitrator pertama

yang ditunjuk tersebut gagal menyetujui

arbitrator ketiga dalam waktu tiga puluh (30)

hari setelah penunjukan arbitrator kedua,



12.3



Disputes pursuant to clause 12.2 which

can not be settled amicably, shall be

submitted to the decisions of arbitration.

BADAN PELAKSANA on the one hand

and CONTRACTOR on the other hand

shall each appoint one arbitrator and so

advise the other party and these two

arbitrators will appoint a third. If either

party fails to appoint an arbitrator within

thirty (30) days after receipt of a written

request to do so, such arbitrator shall, at

the request of the other party, be

appointment by the President of

International Chamber of Commerce. If

the first two arbitrators appointed as a

aforesaid fall to agree on the a third

within thirty (30) days following the

appointment of the second arbitrator,

the third arbitrator shall, if the Parties do

not otherwise agree, be appointed, at

the request of either Party, by the



39



arbitrator ketiga akan, jika pihak-pihak yang

bersengketa tidak juga menyetujui, ditunjuk,

atas permintaan kedua belah pihak, oleh

Presiden Kamar Dagang International. Jika

seorang arbitrator gagal atau tidak mampu

melaksanakan, penggantinya akan ditunjuk

dengan cara yang sama sebagai arbitrator

yang digantikannya.



president of the International Chamber

of Commerce. If an arbitrator fails or is

unable to act, his succescor will be

appointed in the same manner as the

arbitrator whom he succeeds.



12.4



Keputusan suara terbanyak

arbitrator merupakan hasil

mengikat para pihak.



dari para

final dan



12.4



The decision of a majority of the

arbitrator shall be final and binding upon

the parties.



12.5



Arbitrasi akan dilaksanakan pada suatu

tempat yang disetujui kedua belah pihak dan

mengacu

pada

peraturan-peraturan

Konsiliasi dan Arbitrasi dari Kamar Dagang

International.



12.5



Arbitration shall be conducted in the

English language at a place to be agreed

upon by both parties and inaccordance

with the rules of Conciliation and

Arbitration of the International Chamber

of Commerce.



PASAL XIII

KETENAGAKERJAAN DAN TRAINING

PEGAWAI / KARYAWAN INDONESIA



SECTION XIII

EMPLOYMENT AND TRAINING OF

INDONESIAN PERSONNEL



13.1



KONTRAKTOR setuju untuk mempekerjakan

pegawai Indonesia yang berkualitas, dan

sesudah produksi komersial dimulai akan

mendidik dan melatih karyawan Indonesia

untuk kedudukan buruh dan staf termasuk

kedudukan administrasi dan manajemen

eksekutif. Pada saat itu, KONTRAKTOR dan

BADAN

PELAKSANA

akan

mempertimbangkan

sebuah

program

bantuan untuk training karyawan GOI dan

BADAN PELAKSANA.



13.1



CONTRACTOR agrees to employ qualified

Indonesian

personnel

and

after

commercial production commences will

undertake the schooling and training of

Indonesian personnel for labor and staff

positions including administrative and

exekutive management positions. At that

time, CONTRACTOR shall also consider

with BADAN PELAKSANA a program

assistence for training of GOI’s and

BADAN PELAKSANA personnel.



13.2



Biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran

training

karyawan

Indonesia

yang

dipekerjakan oleh KONTRAKTOR sendiri akan

masuk kedalam Biaya Operasi. Biaya dan

pengeluaran untuk setiap training karyawan

GOI dan BADAN PELAKSANA akan

ditanggung atas dasar sesuatu yang masih

akan disetujui oleh GOI, BADAN PELAKSANA

dan KONTRAKTOR.



13.2



Costs and expenses of training Indonesian

personnel for its own employment shall

be included in operating Cost. Cost and

expenses for a program of training for

GOI’s

and

BADAN

PELAKSANA’s

personnel shall be borne on a basis to be

agreed by GOI, BADAN PELAKSANA and

CONTRACTOR.



PASAL XIV

PEMUTUSAN KONTRAK

14.1 Kontrak ini tidak dapat diputuskan oleh

KONTRAKTOR selama tiga tahun pertama

dari tahun kontrak sejak tanggal efektif,



SECTION XIV

TERMINATION

14.1



This contract cannot be terminated by

CONTRACTOR during the first three (3)

Contract Year as from the effective Date,



40



kecuali oleh ketentuan yang dinyatakan

dalam pasal 14.3 dan pasal 14.5 dibawah ini.



except by provision as stipulated in

subsections 14.3 and 14.5 hereunder.

d



14.2 Setiap waktu pada saat berakhirnya tahun

ketiga dari tahun kontrak terhitung mulai

tanggal efektif, bila dalam pendapat

KONTRAKTOR tidak ada jaminan kelanjutan

dari operasi perminyakan, KONTRAKTOR

dapat, dengan pemberitahuan tertulis atas

akibat tersebut kepada BADAN PELAKSANA

dan setelah berkonsultasi dengan BADAN

PELAKSANA, menyerahkan haknya dan

dibebaskan dari kewajiban-kewajibannya

sesuai kontrak, kecuali hak-hak dan

kewajiban-kewajiban yang berhubungan

dengan periode sebelum penyerahan.



14.2



At any time following the end third (3ʳ )

Contract Year as from Effective date, if in

the

opinion

of

CONTRACTOR

circumstances

do

not

warrant

continuation of the petroleum Operation,

CONTRACTOR may, be giving written

notice to that effect to BADAN

PELAKSANA and after consultation with

BADAN PELAKSANA, relinquish its rights

and be relieved of its obligations

pursuant to this Contract, except such

rights and obligations as related to be

period prior to such relinquishment.



14.3 Jika pada tahun pertama dari tiga (3) tahun

kontrak, KONTRAKTOR belum menyelesaikan

program kerja dan membelanjakan uang

kurang dari jumlah yang ditetapkan maka

akan diperpanjang sesuai pasal 4.2 dan

sesudah berkonsultasi dengan BADAN

PELAKSANA, KONTRAKTOR meilih untuk

menyerahkan hak-haknya dan dibebaskan

dari kewajiban-kewajibannya sesuai kontrak,

KONTRAKTOR akan mengalihkan jumlah sisa

uang yang telah disepakati selama 3 (tiga)

tahun kontrak kepada BADAN PELAKSANA.



14.3



If at end of the third (3 ) Contract Year,

CONTRACTOR his not completed the

Work Program pursuant to subsection 4.2

and after consultation with BADAN

PELAKSANA, CONTRACTOR elects to

relinquish its rights and be relieved of its

further obligation under this Contract,

CONTRACTOR

shall

transfer

the

remaining amount of the estimation

expenditure for the initial three (3)

Contract Years firm commitment to

BADAN PELAKSANA.



Namun dalam hal KONTRAKTOR telah

menyelesaikan rencana kerja 3 tahun

pertama kontrak, dan KONTRAKTOR

membelanjakan uang kurang dari yang

diperkirakan dalam ayat 4.2, KONTRAKTOR

tidak diwajibkan untuk mengalihkan sisanya

kepada BADAN PELAKSANA.



14.4 Jika pada akhir tahun keenam dari tahun

kontrak,

KONTRAKTOR

telah

gagal

melaksanakan

kewajibannya

sebagai

operator yang baik dan hati-hati, dan telah

gagal memenuhi kewajibannya sebagai

operator yang baik dan hati-hati, dan telah

gagal memenuhi kewajibannya seperti

disebutkan dalam pasal III, IV, VIII dibawah

ini, BADAN PELAKSANA akan mempunyai hak

memberikan kepada KONTRAKTOR sebuah

“Performeance

Deficiency

Notice”.

Pemberitahuan tersebut akan merinci secara



rd



However, in the event all programs

durring the first three (3) Contract Years

have been completed by CONTRACTOR

and CONTRACTOR spend less then the

estimated amount to be so expended

pursuant to subsection 4.2 CONTRACTOR

shall not be obliged to transfer the

remaining amount of the initial three (3)

Contract Years estimated expenditures to

BADAN PELAKSANA.

14.4



th



If at the end of the sixth (6 ) Contract

Years, CONTRACTOR has failed to

perform as a reasonable and prudent

operator and has failed to fulfill any of its

obligations as specified in Sections III, IV

and VIII hereof, BADAN PELAKSANA shall

have the right to issue to CONTRACTOR a

“Performance Deficiency Notice”. Said

notice

shall

detail

the

specific

performance

deficiencies

of

CONTRACTOR under this Contract.



41



spesifik kekurangan pelaksanaan

KONTRAKTOR sesuai kontrak.



dari



Setelah menerima Performance Deficiency

Notice, KONTRAKTOR mempunyai waktu 120

(seratus dua puluh hari) untuk memperbaiki

kekurangan dalam waktu 120 (seratus dua

puluh hari) atau pihak-pihak gagal

menyetujui tambahan waktu dimana

KONTRAKTOR

dapat

memperbaiki

kekurangan-kekurangan. BADAN PELAKSANA

mempunyai hak keseluruhan kontrak tanpa

mengurangi hak-hak KONTRAKTOR untuk

melibatkan arbitrase seperti disebutkan

dalam pasal XII.



14.5 Tanpa mengurangi ketentuan yang terdapat

dalam pasal 14.1 diatas, setiap pihak

mempunyai hak memutuskan keseluruhan

kontrak ini 90 (Sembilan puluh) hari setelah

pemberitahuan tertulis jika pelanggaran yang

besar dilakukan pihak lainnya, dengan syarat

pembuktian yang meyakinkan dibuktikan

oleh arbitrase seperti disebutkan dalam pasal

XIII.



PASAL XV

PEMBUKUAN DAN NERACA DAN

PEMERIKSAAN KEUANGAN RESMI

15.1



PEMBUKUAN DAN NERACA

Tergantung pada permintaan pasal 5.2.17

dari pasal V, BADAN PELAKSANA akan

bertanggung jawab menyimpan pembukuan

dan neraca yang lengkap dengan bantuan

dari KONTRAKTOR meliputi semua biaya

Operasi, dengan berpedoman pada industri

praktis pertimbangan modern dan notulen

rapat seperti diuraikan dalam Lampiran “C”

yang diletakkan pada kontrak. Sampai pada

waktu

produksi

komersial

dimulai,

bagaimanapun,

BADAN

PELAKSANA

menyerahkan

kepada

KONTRAKTOR

kewajibannya

untuk

menyimpan

pembukuan-pembukuan

dan

laporanlaporan. Bilamana ada ketidakkonsistenan

dalam antara syarat-syarat dalam Lampiran



Upon

receiptof

the

Performance

Deficiency Notice, CONTRACTOR shall be

one hundred and twenty (120) days in

which to remedy the deficiencies detailed

in said Notice. Should CONTRACTOR fail

to remedy the deficiencies within the

specified one hundred and twenty (120)

days of the parties fail to agree on an

extension of the period of time in which

CONTRACTOR

can

remedy

the

deficiencies, BADAN PELAKSANA shall

have the right to terminate the Contract

in its entirety without prejudice to

CONTRACTOR’s

right

to

invoke

arbitration as stipulated in Section XII.

14.5



Without prejudice to the provisions

stipulated in clause 14.1 herein above,

either Party shall be entitled to terminate

this Contract in its entirety by a ninety

(90) days written notice if a major breach

of Contract is commited by the other

Party, provided that conclusive evidence

there of is proved by arbitration as

stipulated in Saction XII.



SECTION XV

BOOKS AND ACCOUNTS AND AUDITS



15.1



BOOK AND ACCOUNTS

Subject to the requirerment of clause

5.2.17 of Section V, BADAN PELAKSANA

shall be responsible for keeping

completed book and accounts with the

assistance of CONTRACTOR reflecting all

Operating Cosh as well as monies

received from the sale of Crude oil,,

consistence with modern petroleum

industry practices and proceedings as

described in Exhibit “C” attached hereto.

Until such time that commercial

production commences, however BADAN

PELAKSANA delegated to CONTRACTOR

its obligation to keep book and accounts.

Should there be any inconsistency

between the provision of clause 6.1.2 of



42



“C” mak syarat-syarat dalam pasal 6.1.2 dari

pasal VI dari kontrak yang akan diberlakukan.



15.2



PEMERIKSAAN KEUANGAN RESMI (AUDIT)

15.2.1 KONTRAKTOR akan mempunyai hak

untuk memeriksa dan mengaudit

pembukuan-pembukuan

dan

neraca-neraca BADAN PELAKSANA

yang berhubungan dengan kontrak

untuk setiap tahun kalender dalam

satu tahun periode mulai dari tahun

kalender berikutnya. Setiap audit

akan selesai dalam waktu 12 (dua

belas bulan) setelah dimulai. Setiap

pengecualian harus dibuat secara

tertulis dalam waktu 60 (enam

puluh hari) mulai dari akhir audit

berikutnya

dan

kegagalan

memberikan pengecualian tertulis

dalam

waktu

tertentu

akan

menguatkan kebenaran pembukuan

dan neraca BADAN PELAKSANA.

15.2.2



BADAN PELAKSANA dan GOI

mempunyai hak untuk memeriksa

dan mengaudit pembukuan dan

neraca

KONTRAKTOR

yang

berhubungan dengan kontrak untuk

setiap tahun kalender dalam kontrak

ini. Setiap pengecualian harus dibuat

secara tertulis dalam waktu enam

puluh

(60)

mulai

dari

penyempurnaan

setiap

audit.

Tambahannya, BADAN PELAKSANA

dan Pemerintah Republik Indonesia

boleh meminta KONTRAKTOR untuk

mengontrak akuntan independen

untuk memeriksa, sesuai dengan

standar auditing yang berlaku

umum, pembukuan dan neraca

KONTRAKTOR yang berhubungan

dengan kontrak untuk setiap tahun

kalender

atau

melaksanakan

prosedur audit yang setujui oleh

BADAN PELAKSANA.



Salinan dari laporan akuntan

independen

atau

setiap

pengecualian akan dikirimkan pada

BADAN PELAKSANA dalam waktu 60

(enam

puluh)

hari

setelah



15.2



Section VI of this Contract and the

provision of Exhibit "C" the provision of

clause 6.1.2 of Section VI of this contract

will shall prevail.

AUDITS

15.2.1 CONTRACTOR shall have the

right to inspect and audit BADAN

PELAKSANA’s

books

and

accounts relating to this Contract

for any Calender Years within the

One (1) year period following the

end of such Calender Year Any

such audit will be satisfied within

twelve (12) months after its

commencement. Any exception

must be made in writing within

sixty (60) days following the end

of such audit ang failure to give

such written exception within

such time shall estabilish the

correctness

of

BADAN

PELAKSANA’s

books

and

accounts.

15.2.2



BADAN PELAKSANA and GOI

shall have the right to inspect

and audit CONTRACTOR’s books

and accounts relating to this

Contract for any Calender Year

covered by this contract. Any

exception must be made in

writing within sixty (60) days

following the completion of such

audit. In addition, BADAN

PELAKSANA and GOI may

require CONTRACTOR to engage

its independent accountants to

examine, in accordance with

generally accepted auditing

standards, the CONTRACTOR’s

books and accounts relating to

this Contract to any Calender

Year or peform such auditing

procedures

us

deemed

appropriate

by

BADAN

PELAKSANA.



A copy of the independent

accountant’s report or any

exception shall be forwarded to

BADAN PELAKSANA within sixty

(60)

days

followingthe



43



penyelesaian audit. Biaya-biaya yang

berhubungan dengan perjanjian

akuntan independen akan termasuk

dalam biaya Operasi.



completion of such audit. The

costs related to the engagement

of

such

independent

accountant’s shall be included in

Operating Cost.



PASAL XVI

KETENTUAN LAIN

16.1



16.2



SECTION XVI

OTHER PROVESIONS



PEMBERITAHUAN



16.1



NOTICE



Setiap pemberitahuan yang diperlukan atau

diberikan oleh pihak yang satu kepada pihak

lainnya dianggap telah disampaikan secara

sah ke alamatnya ketika dengan wajar diakui

tanda terima oleh pihak penerima. Semua

pemberitahuan akan dialamatkan kepada :



Any notice required or given by either

Party to the other shall be deemed to

have been delivered when property

acknowledged for receipt by the receiving

Party. All such notice shall be addressed

to :



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA

HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BADAN

PELAKSANA)



BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA

HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BADAN

PELAKSANA)



Jalan…………………………

Jakarta, …………………Indonesia.



Jalan…………………………

Jakarta, …………………Indonesia.



Attn. : Kepala BADAN PELAKSANA



Attn. : Kepala BADAN PELAKSANA



NAMA PERUSAHAAN KONTRAKTOR

Alamat

Jakarta, xxx

Indonesia

Attn. :



NAMA PERUSAHAAN KONTRAKTOR

Alamat

Jakarta, xxx

Indonesia

Attn. :



Masing-masing pihak dapat mengganti atau

meribah alamat dengan peberitahuan

tertulis kepada pihak lainnya.



Either Party may substitute or change such

address on written notice thereof to the

other.



UNDANG-UNDANG

PERATURAN



DAN



PERATURAN-



16.2



LAWS AND REGULATIONS



16.1.1



Perundang-Undangan

Republik

Indonesia akan berlaku dalam

kontrak ini.



16.2.1



The laws of the Republic of

Indonesia shall apply to this

Contract.



16.2.2



Tidak ada ketentuan atau syaratsyarat dalam kontrak, termasuk

persetujuan dari para pihak untuk

menyerahkan kepada arbitrase

dibawah ini, akan menghalangi atau

membatasi

GOI

dalam

menggunakan hak-haknya yang

bersifat mutlak.



16.2.2



No terms or provision of this

Contract,

including

are

agreement of the Perties to

submit to arbitration hereunder,

shall prevent or limir GOI from

exercising its inalienable rights.



44



16.3 PENANGGUHAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN



16.4



16.3 SUPENSION OF OBLIGATION



16.3.1



Setiap kegagalan atau penundaan

atas bagian dan masing-masing

Pihak

dalam

meJaksanakan

kewajiban-kewajiban rnereka atau

tugas-rugas sesuai Kontrak akan

dimaafkan, sepanjang disebabkan

oleh keadaan kahar.



16.3.1



Any failureor delay on the part of

either Party in the performance

of their obligations or duties

hereunder shall be excused to

the extent attributable to Force

Majeure.



16.3.2



Bila operasi ditunda, dibatasi atau

dicegah karena sebab-sebab atau

kasus, kemudian waktu untuk

melaksanakan

kewajiban

dipengaruhi, jangka waktu dari

Kontrak dan semua hak-hak dan

kewajiban-kewajiban

akan

diperpanjang untuk periode yang

seimbang dengan periode yang

terjadi.



16.3.2



If operations are delayed,

curtailed or prevented by such

causes, then the time for

carryingout the obligations there

by affected, the term of this

contact and all rights and

obligations hereunder shall be

extended for a period this

involved.



16.3.3



Pihak yang mernpunyai kemampuan

untuk melaksanakan kewajiban

dipengaruhi

secara

demikian,

berusaha sekuat- kuatnya di dalam

kemampuannya yang wajar untuk

menghilangkan sebab-sebab ltu.



16.3.3



PENYESUAIAN PROSENTASE HAK

PRODUKSI DAN KREDIT INVESTASI



DARI



BADAN PELAKSANA dan KONTRAKTOR

sepakat bahwa presentase hak dari produksi

dan kredit investasi dalam kontrak ini telah

ditentukan dengan mempertimbangkan

bahwa pada kenyataannnya KONTRAKTOR

harus memakai “pajak deviden” sebesar

………% sesuai konvensi antara GOI dengan

pemerintah ……………… untuk menghindari

pengenaan pajak berganda dan mencegah

adanya

“penghindaran

pajak”

yang

menyangkut “pajak pendapatan” selanjutnya

disebut “perjanjian pajak” yang berlaku

untuk deviden yang dibayar atau terhutang

pada atau sesudah …………….. setiap ada

perubahan pada tingkat pajak akan berakibat

adanya revisi prosentase bagian atas

produksi dan kredit investasi untuk menjaga

tingkat pendapatan KONTRAKTOR, setelah

pajak adalah sama.



16.4



The party whose ability to

perform its obligations so

affected shall notify the other

Party thereof in writing, stating

the cause and both Parties shall

do all reasonably within there

power to remove such cause.

PERCENTAGE

ADJUSTMENT

OF

PRODUCTION

ENTITLEMENT

AND

INVESMENT CREDIT

BADAN PELAKSANA and CONTRACTOR

agree that the percentage of production

entitlements and Invesment Credit in this

Contract have been determined with due

consideration

of

the

fact

that

CONTRACTOR is required to withhold

“dividend tax” of ………..% under the

convention between the Government of

the Republik of the Indonesia and the

Gaverment of ……… for the Avoudance of

Double Taxation and the prevention of

Fiscal Evasion with respect to Taxes on

Income”, herein called “Tax Treaty:,

which become applicable for “devidends”

paid or owed on or after ….. any further

change in tax rates shall result in a

revision of aforesaid percentage of

production entitlements and investment

credit

iin

order

to

maintain

CONTRACTOR’s same net income after

tax.



45



(Catatan : ini hanya berlaku untuk

perusahaan yang berasal dari Negara yang

mengadakan/melakukan tax treaty dengan

Indonesia)



(Catatan : ini hanya berlaku untuk

perusahaan yang berasal dari Negara

yang mengadakan/melakukan tax treaty

dengan Indonesia)



PASAL XVII

PARTISIPASI



SECTION XVII

PARTICIPATION



17.1



BADAN PELAKSANA mempunyai hak unuk

meminta dari KONTRAKTOR sebesar sepuluh

persen (10%) interest penuh dari keseluruhan

hak dan kewajiban didalam kontrak untuk

ditawarkan pada perusahaan yang ditunjuk

oleh GOI, para pemegang sahamnya adalah

orang Indonesia dan harus perusahaan

berbadan Hukum Indonesia (selanjutnya

disebut “Partisipan Indonesia”)



17.1



17.2



Hak yang disebut dalam pasal 17.1 akan

hapus, kecuali telah diputuskan oleh BADAN

PELAKSANA tidak lebih dari tiga (3) bulan

setelah

pemberitahuan

tercatat

dari

KONTRAKTOR kepada BADAN PELAKSANA

pada saat penemuan petroleum pertama

pada wilayah kerja, dengan pertimbangan

KONTRAKTOR setelah berkonsultasi dengan

BADAN PELAKSANA dapat memproduksi

secara komersial, BADAN PELAKSANA akan

membuat permintaan kepada KONTRAKTOR

dengan pemberitahuan tercatat.



17.2



17.3



KONTRAKTOR akan membuat penawaran

dengan surat tercatat kepada partisipan

Indonesia dalam waktu satu (1) bulan setelah

menerima pemberitahuan tercatat BADAN

PELAKSANA seperti tercantum dalam pasal

17.2 pemberitahuan KONTRAKTOR akan

disertai dengan copy kontrak ini dan

rancangan perjanjian pengoperasian untuk

mewujudkan cara bagaimana KONTRAKTOR

dan partisipan Indonesia akan bekerjasama.

Prinsip utama dari rancangan perjanjian

pengoperasian tercantum dalam Lampiran

“D” kontrak ini.



17.3



17.4



Penawaran KONTRAKTOR pada partisipan

Indonesia akan berlaku dalam periode enam

(6) bulan. Apabila partisipan Indonesia tidak

menerima

penawaran

ini

dengan

pemberitahuan

tercatat

kepada

KONTRAKTOR pada periode yang telah

ditentukan, KONTRAKTOR akan dibebaskan



17.4



BADAN PELAKSANA shall have the right

to demand from CONTRACTOR that a

ten percent (10%) undeviden interest in

the total rights and obligations under this

Contract shall be offered to in

Indonesian National company to be

designated by GOI, the shareholders of

which shall be Indonesian Nationals and

in the form of Indonesian legal entity

(hereinafter called ‘The Indonesian

Participant”).

The right reffered to in clause 17.1 shall

lapse unless exercised by BADAN

PELAKSANA not leter than three (3)

months

after

CONTRACTOR’s

notification by registered letter to

BADAN PELAKSANA of its first discovery

of Petroleum in the Contract area, which

in the judgment of CONTRACTOR after

consultation with BADAN PELAKSANA

can be produced commercially. BADAN

PELAKSANA shall make its demand

known to CONTRACTOR by a registered

letter.

CONTRACTOR shall make its offer by

registered letter to the Indonesian

Participant within one (1) month after

receipt of BADAN PELAKSANA’s

registered letter reffered in the clause

17.2 CONTRACTOR’s letter shall be

accompanied by a copy of this Contract

and a Draft Operating Agreement

embodying the manner in which

CONTARCTOR and the Indonesian

Participant shall corporate. The main

principles of the draft Operating

Agreement are contained in Exhibit “D”

to this Contract.

The offer by CONTRACTOR to the

Indonesian Participant shall be effective

for a period of six (10) months. If

Indonesian Participant has not accepted

this offer by registered letter to

CONTRACTOR within the said period,

CONTRACTOR shall be released from the



46



dari kewajiban yang tercantum dalam Bab

XVII.



obligation reffered to in this Section XVII.



17.5



Apabila penerima partisipan Indonesia atas

penawaran

KONTRAKTOR,

partisipan

Indonesia akan mempertimbangkan untuk

mengambil interest penuh pada tanggal

pemberitahuan

KONTRAKTOR

kepada

BADAN PELAKSANA seperti tercantum pasal

17.2.



17.5



In the event of acceptance by the

Indonesian

Participant

of

CONTRACTOR’s offer, the Indoonesian

Perticipant shall be deemed to have

acquired the undevided interest on the

date of CONTRACTOR’s notification to

BADAN PELAKSANA reffered to in clause

17.2.



17.6



Akuisisi 10% interest penuh dari keseluruhan

hak dan kewajiban yang ditimbulkan dari

kontrak ini, partisipan Indonesia akan

membayar kembali kepada KONTRAKTOR

sejumlah setara dengan 10% dari jumlah

Biaya Operasi yang telah dikeluarkan

KONTRAKTOR di wilayah kerja tersebut

sampai dengan tanggal pemberitahuan

KONTRAKTOR kepada BADAN PELAKSANA

seperti tersebut dalam pasal 17.2, 10% dari

kompensasi tersebut dibayar kepada BADAN

PELAKSANA untuk informasi seperti tersebut

dalam pasal 8.1 dari kontrak ini dan 10% dari

jumlah tersebut dalam pasal 9.1 dan 9.2 dari

kontrak ini.



17.6



17.7



Partisipan Indonesia akan mengembalikan

biaya tersebut diatas dengan cara transfer

secara tunai jumlah yang disebutkan oleh

partisipan Indonesia dalam waktu tiga (3)

bulan setelah tanggal penerimaan terhadap

penawaran KONTRAKTOR seperti tercantum

dalam

pasal

17.3

kepada

account

KONTRAKTOR melalui lembaga perbankan

yang ditunjuk, dengan mata uang yang sesuai

dengan biaya yang telah dikeluarkan.



17.7



For the acquisition of a ten percent

(10%) undevided interest in the total of

the right and obligation arising out of

this Contract, the Indonesian Participant

shall reimburse CONTRACTOR an

amount equal to ten percent (10%) of

the sum of Operating Costs which

CONTRACTOR has incurred for and on

behalf of its activities in the Contract

Area up to the date of CONTRACTOR’s

notification to BADAN PELAKSANA

mentioned in clause 17.2, ten percent

(10%) of the awarded compensation and

equipment and or services as

respectively mentioned in clauses 9.1

and 9.2 of this Contract.

At the opition of the Indonesian

Participant the said amount shall be

reimbursed by a transfer of cash equal to

the said amount to the Indonesian

Participant within three (3) months after

the date of is acceptance of

CONTRACTOR’s offer referred to in

clause 17.3, to CONTRACTOR’s account

with a banking institutional to be

designated by it, in the currency in which

the relevant costs have been financed.



BAB XVIII

MASA BERLAKU



SECTION XVIII

EFFECTIVENESS



18.1



Kontrak ini berlaku efektif sejak tanggal

efektif.



18.1



This Contract shall come into effect on

the Effective Date



18.2



Kontrak ini tidak akan dibatalkan, diubah

atau dimodifikasi dalam segala hal kecuali

dengan persetujuan tertulis dari masingmasing pihak.



18.2



This Contract shall not be annuled,

amended or modified in any respect,

except by the mutual consent in writing

of the Parties hereto.



47



BERSAMA INI, para pihak dengan ini menyetujui

dibuatkan kontrak ini, dalam rangkap empat dan

dalam Bahasa Inggris, pada hari dan tahun yang telah

disebut diatas.

BADAN PELAKSANA,



(________________)

KEPALA



KONTRAKTOR



(______________)

……………………



DISETUJUI OLEH MENTERI ENERGI DAN SUMBER

DAYA MINERAL

Hari……… Tanggal……..200..



Atas nama

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA



(______________________________)



IN WITNESS WHEREOF, the Parties hereto have

executed this Contract, in quadruplicate, in Jakarta

in the English language, as of the day and year first

above written.

BADAN PELAKSANA,



(________________)

KEPALA



KONTRAKTOR



(______________)

……………………



APPROVED BY THE MINISTER OF ENERGY AND

MINERAL RESOURCES

This ………… day of ………. 2000..



On behalf of the

GOVERNMENT OF THE REPUBLIC INDONESIA



(______________________________)



LAMPIRAN “A”

Lampiran “A” ini dibuat sebagai suatu kesatuan dari

Kontrak antara BADAN PELAKSANA GAS BUMI

NEGARA

(BADAN

PELAKSANA)

dengan……………………tertanggal…………...



EXHIBIT “A”

This exhibit “A” is attached to and made an integral

part of the Contract between BADAN PELAKSANA

GAS BUMI NEGARA (BADAN PELAKSANA) and

……………. Dated the ………………… day of ………………



DESKRIPSI WILAYAH KERJA



DESCRIPTION OF CONTRACT AREA



(DOKUMEN INI AKAN DISEDIAKAN OLEH MIGAS)



(THIS DOKUMENT WILL BE PROVIDED BY MIGAS)



LAMPIRAN “B”



EXHIBIT “B”



Lampiran “B” ini dilampirkan dan menjadi bagian

yang menyatu dengan kontrak antara BADAN

PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN

GAS BUMI NEGARA (BADAN PELAKSANA)

dan………………… tertanggal……………….



This exhibit “B” is attached to and made an integral

part of the Contract between BADAN PELAKSANA

KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA

(BADAN PEAKSANA) and ………………. Day of

………………..



PETA WILAYAH KERJA

DESCRIPTION OF CONTRACT AREA

(DOKUMEN INI AKAN DISEDIAKAN OLEH MIGAS)

(THIS DOKUMENT WILL BE PROVIDED BY MIGAS)

LAMPIRAN “C”

Lampiran C ini merupakan lampiran dan menjadi



EXHIBIT “C”

This exhibit “C” is attached to and made an integral



48



bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak antara

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU

MINYAK DAN GAS BUMI (BADAN PELAKSANA)

dan…………………pada tanggal………………………...



1.1



1.2



PROSEDUR AKUNTANSI

PASAL I

Ketentuan Umum

Defenisi

Prosedur akuntansi yang diadakan (diatur)

dalam lampiran ini harus diikuti dan dipatuhi

dalam pelaksanaan kewajiban tiap pihak

dalam kontrak ini.

Definisi dan istilah yang dipakai dalam

lampiran “C” ini akan mempunyai arti yang

sama seperti yang diuraikan dalam kontrak.



ACCOUNTING PROSEDURE

Article I

General Provision

1.1 Definitions

The accounting procedure herein provided for

is to be followed and observed in the

performance of either Party’s obligations

under the Contract to which this Exhibit is

attached.

The definition abd terms appearing in this

Exhibit “C” shall have be same meaning as

those defined in said Contract.



Pembukuan dan Pelaporan



1.2 Account and Statement



BADAN PELAKSANA dan KONTRAKTOR

harus melakukan pelaksanaan pencatatan

akkuntansi dan pembukuan sesuai dengan

system akuntansi dikenal dan diterima umum

konsisten dengan prosedur dan praktek

industri perminyakan modern. Semua

pembukuan dan laporan-laporan harus

dipelihara dan dipersiapkan sesuai dengan

cara yang ditetapkan oleh BADAN

PELAKSANA. Perkiraan-perkiraan (Chart Of

Account) dan Definisi perkiraan yang

berhubungan dengan itu akan diiuraikan oleh

BADAN PELAKSANA. Laporan-laporan akan

diorganisir untuk penggunan BADAN

PELAKSANA

dalam

melaksanakan

tanggungjawab manajemen dalam kontrak

ini.

PASAL II

Biaya-Biaya Operasi

2.1



part of the Contract between BADAN PELAKSANA

KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI

(BADAN PELAKSANA) and……………... dated the

………..……. Day of ………….



Defenisi

Untuk setiap tahun jika produksi komersial

terjadi, biaya operasional terdiri dari (a)

biaya non-capital tahun berjalan, (b)

penyusutan biaya capital tahun berjalan, dan

(c) biaya operasional yang belum diidapat

pennggantian yang sudah diizinkan untuk

diperoleh pada tahun berjalan, dan (d)

penncadangan biaya pada tahun berjalan

untuk biaya-biaya sumur yang ditinggalkan

dan biaya restorasi lahan yang ditinggalkan



BADAN PELAKSANA’s and CONTRACTOR’s as

the case may be, accounting record and books

will be kapt in accordance with generally

accepted and recognized accounting Systems,

consistent with modern petroleum industry

practice and procedures. Book and report will

be maintained and prepared in accordance

with methods established by BADAN

PELAKSANA. The chart of account and related

account definitions will be prescribed by

BADAN PELAKSANA. Report will be organized

for the use of BADAN PELAKSANA in carrying

out its management responsibilities under this

Contarct.



ARTICLE II

Operating Cost

2.1 Definition

For any year in which commercial production

occurs, Operating Cost consists of (a) current

Year Non-capital costs, (b) current Year’s

depreciation for Capital Costs and (c) current

Year allowed recovery of prior Year’s

unrecovered Opening Costs.



49



tersebut sesuai dengan sub kalusul 3.7

Lampiran “C”.

2.2



Biaya Non Capital

Biaya non-capital berarti Biaya Operasional

yang

dikeluarkan,

atau

dalam

hal

pencadangan biaya-biaya sumur yang

ditinggalkan dan biaya restorasi lahan yang

menyangkut

pekerjaan-pekerjaan

pada

tahun yang sedang berjalan. Sebagai

tambahan hanya biaya yang berhubungann

dengan biaya operasional tahun berjalan,

biaya survey dan biaya tak berwujud dari

eksplorasi drillingdan sumur pertambangan,

seperti diuraikan dalam klausal 2.2.3, 2.2.4,

dan 2.2.5 dibawah ini, akan diklasifikasikan

sebagai biaya non capital.



2.2 Non-capital Costs

Non-capital cost means those Operating Costs

incurred that relate to current Year’s

operation’s. in addition to costs relating only

to current operations, the costs of surveys and

the intangible costs of drilling exsploratory and

development wells, as described in clauses

2.2.3, 2.2.4 and 2.2.5 below, will be classified

as Non-capital costs.



Biaya non-capital meliputi, tetapi tidak

terbatas pada yang berikut :



Non-capital include, but are not limited to the

following :



2.2.1



Operasi

Pekerja, material dan jasa-jasa yang

digunakan dalam pengerjaan sumur

minyak

sehari-hari,

pekerjaan

fasilitas-fasilitas produksi lapangan

minyak, pekerjaan rehabilitasi dan

secondary recovery, pergudangan,

handling, transportasi dan operasi

pengiriman, pekerjaan sumur gas,

pekerjaan fasilitas-fasilitas produksi

lapangan gas, transportasi gas, dan

operasi pengiriman, membantu

pemprosesan gas dan alat-alat,

penutup sumur dan menghutankan

lagi lahan, dan kegiatan-kegiatan

operasional

lainnya,

termasuk

perbaikan dan pemeliharaan.



2.2.1



Operations

Labor, materials and services used in

day to day oil well operations, oil field

production

facilities

operations,

secondary

recovery

operations,

storage handling transportation and

delivery

operations,

gas

well

operations, gas field production

facilities

operations,

gas

transportation,

and

delivery

operations, gas processing auxiliaries

and utilities, and other operating

activities, including repairs and

maintenance.



2.2.2



Kantor, Jasa-jasa dan Administrasi

Umum

Jasa-jasa umum termasuk jasa

teknis dan jasa yang berhubunggan

dengan itu, jasa-jasa material,

transportasi, sewa peralatan mesin

berat dan khusus, sewa tempat dan

sewa-sewa lain dari jasa-jasa dan

harta

milik,

biaya

pegawai,

hubungan masyarakat dan biayabiaya lain diluar negeri.



2.2.2



Office,

services

and

general

administration

General services including technical

and related services, material

services, transportation, rental of

specialized and heavy engineering

equipment, site rentals and other

rentals and services and property,

personal expenses, public relations,

and other expenses abroad.



2.2.3



Pemboran Produksi

Pekerja, material dan jasa-jasa yang



2.2.3



Production drilling

Labor, meterials and services used in



50



digunakan

dalam

pekerjaan

pemboran sumur-sumur dengan

objek penetrasi cadangan terbukti,

termasuk pemboran sumur-sumur

delinasi maupun pemboran kembali,

pendalaman

atau

melengkapi

sumur-sumur, dan akses jalan ke

sumur-sumur.



2.3



drilling well with the object of

penetrating a proven reservoir,

including the drilling of delineation

wells as well as redrilling, deepening

or recompleting wells, and access

roads leading directly to wells.



2.2.4



Pemboran Eksplorasi

Pekerja, material dan jasa-jasa yang

digunakan

dalam

pekerjaan

pemboran sumur-sumur dengan

objek untuk menemukan unproven

cadangan minyak dan gas, dan akses

jalan kesumur-sumur.



2.2.4



Exploratory drilling

Labor, materials and services used in

the drilling of wells with the object of

finding unproven reservoirs of oil and

gas, and access roads leading directly

to wells.



2.2.5



Survey

Pekerja, material dan jasa-jasa yang

digunakan dalam pemotretan udara,

geologis, topografis, geophisis, dan

survey seismic, dan pemboran inti.



2.2.5



Surveys

Labor, materials and services used in

aerial, geological, topographical,

geophysical and seismic surveys, and

core hole drilling.



2.2.6



Biaya Eksplorasi Lainnya

Alat-alat pembantu atau fasilitas

sementara yang mempuyai umur

satu tahun atau kurang yang

digunakan dalam kegiatan eksplorasi

dan pembelian informasi gelogis dan

geophisis.



2.2.6



Other exploration expenditures

Auxiliary or temporary facilities having

lives of one year or less used in

exploration purchased geological and

geophysical information.



2.2.7



Latihan Pegawai

Latihan pegawai-pegawai Indonesia

sebagaimana dikemukakan dalam

Pasal XII dari kontrak ini.



2.2.7



Training

Training of Indonesian personnel as

set forth in Section XII on the

Contract.



Biaya-biaya Capital

Biaya-biaya capital berarti pengeluaranpengeluaran yang dilakukan untuk pospos/benda-benda yang biasanya mempunyai

masamanfaat lebih dari satu tahun.

Penyusutan tahunan dari biaya capital

sebagaimana dijelaskan dalam Pasal III sub

artikel

3.1,

diperbolehkan

sebagai

recoverable operating costs pada tahun

berjalan.



2.3 Capital costs

Capital costs mean expenditures made or

items which normally have a useful life beyond

the year incurred. A reasonable annual

allowance for depreciation of Capital Costs,

computed as described in Article III sub Article

3.1, will be allowed as a recoverable Operating

Costs for the current year.



Biaya-biaya capital meliputi klasifikasi yang

diuraikan disini, tetapi tidak terbatas pada

spesifikasi sebagai berikut :



Capital costs include classification described

herein but are not limited to the following

specifications :



2.3.1



2.3.1



Perlengkapan Bangunan dan

Penunjang



Constructions utilities and auxiliaries



51



Perbengkelan, tenaga dan fasilitas

air, pergudangan, cargo jetties, dan

jalan lapangan kecuali jalan-jalan

masuk yang disebut dengan klausal

2.2.3 dan 2.2.4 diatas.

2.3.2



Kontruksi Bangunan dan

Kesejahteraan

Bangunan tempat tinggal dan

fasilitas rekreasi dan harta milik

yang berwujud lainnya pelengkap

bangunan.



2.3.2



2.3.3



Fasilitas Produksi

Platform lepas pantai (termasuk

biaya tenaga kerja, bahan bakar,

penganngkutan dan pelengkapan

untuk pabrikasi offsite dan instalasi

onsite platform, dan biaya kontruksi

lainnya dalam rangka penegaak

platform dan pemasangan jaliuur

pipa bawah laut), perlengkapan

kepala

sumur,

perlengkapan

pengangkatan permukaan, pipa

produksi,

tongkat

penghisap,

pompa-pompa permukaan, pipa

penyalur, perlengkapan pengumpul,

pipa-pipa pengirim dan fasilitasfasilitas penyimpan. Biaya minyak

jetties dan pelabuhan, perlakuan

plant dan perlengkapan, system

penggantian secondary dan tertiary,

gas plant dan system pemanasan.



2.3.3



Production facilities

Offshore platform (including the costs

of labor, fuel, hauling and supplies for

both the offsite fabrication and onsite

installationof platform, and other

construction costs and erecting

platform and installing submarine

pipelines),

wellhead

equipment,

subsurface

lifting

equipment,

production tubing, sucker rods,

surface pumps, flow lines, gathering

equipment, delivery lines and storage

facilities. Costs of oil jetties and

anchorages, treating plants and

equipment, secondary and tertiary

recovery systems, gas plants and

steam systems.



2.3.4



Benda-benda Bergerak

Pemboran permukaan dan setengah

permukaan dan alat-alat produksi,

perlengkapan dan peralatan, barges,

peralatan ngambang, peralatan

otomotif, kapal udara, peralatann

bangunan furniture dan peralatan

kantor serta macam-macam

peralatan lainnya.



2.3.4



Movables

Surface and subsurface drilling and

production tools, equipment and

instruments, barges, floating craft,

automotive

equipment,

aircraft,

construction equipment, furniture and

office equipment and miscellaneous

equipment.



PASAL III

Metode Akuntansi Yang Digunakan Untuk

Menghitung Penggantin Biaya-biaya Operasi

3.1



Work shops, power and water

facilities, warehouses, cargo jetties,

and field roads except the access

roads mentioned in paragraphs 2.2.3

and 2.2.4 above.



Penyusutan

Penyusutan akan dihitung mulai tahun

kalender dalam ana aset itu mulai dipakai

dengan depresiasi tahun penuh yang

dibenarkan dalam tahun permulaan. Cara yang



Constructions housing and welfare

Housing, recreational facilities and

other tangible property incidental to

construction;



Article III

Accounting Methods To Be Used To Calculate

Recovery Of Operating Costs

3.1 Depreciation

Depreciation will be calculated beginning the

Calender Year in which the asset is placed

into service with a full year’s depreciation

allowed the initial Calender Year. The



52



digunakan untuk menghitung penggantian nilai

modal tiap tahun ialah metode penyusutan

“double declining balance”. Perhitungan

penyusutan tiap tahun dari biaya capital yang

diperbolehkan

mendapat

penggantian

berdasarkan kepada biaya capital individu aset

tersebut dikalikan dengan faktor penyusutan

sebagai berikut :

- Kelompok 1 = 50%

- Kelompok 2 = 25%



method used to calculate each year’s

allowed recovery of Capital Costs is the

declining balance depreciation method.

Calculation each such Year’s allowed

recovery of capital cost should be based on

the individual asset’s capital cost at the

beginning of such Year multiplied by the

depreciation factor as follows, for :

- Group 1 = 50%

- Group 2 = 25%



Untuk kelompok aset proyek minyak mentah

dan/atau proyek gas bumi, masa pakai yang

dittetapkan adalah sebagai berikut :



For the group of capital assets for any Crude

oil projects and/or Natural Gas projects apply

useful lives as follows :



KELOMPOK 1 :



GROUP 1



Mobilpenumpang

1,5 tahun

Truk ringan (≤ 13.000 pon) & traktor 2 tahun



Automobile

1.5 years

Truck – light (13.000 pounds or less) &

Tractor unit

2 years

Truck – heavy (more than 13,000 pounds)

3 years

Buses

4.5 years

Aircraft

3 years

Contruction equipment

3 years

Furniture and office equipment 5 years



Truk berat (> 13.000 pon)



3 tahun



Bus

Pesawat terbang

Peralatan konstruksi

Peralatan kantor dan rumah tangga



4,5 tahun

3 tahun

3 tahun

5 tahun



KELOMPOK 2 :



GROUP 2



Bangunan sarana dan bangunan

5 tahun

penunjang

bangunan perkantoran, perumahan 10 tahun

dan kesejahteraan

Fasilitas produksi

5 tahun

Gerbang kereta dan lokomotif

7,5 tahun

Kapal, tongkang, kapal tuunda dan 9 tahun

alat apung yang sejenis

Perkakas pengeboran dan produksi 5 tahun

serta peralatannya dan instrument



Contruction utilities and auxiliaries 5 years



keseimbangan atas biaya capital yang tidak

dikemballikan adalah dapat dipilih untuk

penyusutan penuh pada akhir masa manfaat

suatu harta.

Keseimbangan tidak disusutkan atas hartaharta yang telah dikeluarkan dari perawatan

tidak dapat dibebankan ke biaya-biaya operasi

tetapi akn dilanjutkan disusutkan berdasarkan

atas kriteria umur tersebut diatas, kecuali

dimana harta-harta tersebut telah dinyatakan



Contruction housing and welfare 10 years

Production facilities

5 years

Railroad cars and locomotive

7,5 years

Vessel, barges, tugs and sirnilar water 9

years

transportation equipment

Drilling and production tools, equipment 5

years

and instrument

Balance of unrecovered Capital Costs in

eligible for full depreciation at the end of the

individual asset’s useful life.



The undepreciated balance of assets taken

out of service will not be charged to

Operating Costs but will continue

depreciating based upon the lives describle

above, except where such assets have been

subjected to unanticipated destruction, for



53



tidak diantisipasi pembinasaannnya sebagai

contoh, oleh api atau kecelakaan.



example, by fire or accident.



3.2



Alokasi Overhead

Biaya-biaya umum dan administrasi, selain dari

pembebanan langsung, alokasinya ke operasi

ini harus ditentukan oleh sebuah rincian

pemelajaran dan metode ditentukan oleh

pemelajaran yang sedemikian akan diterapkan

secara konsisten pada masing-masing tahun.

Metode yang dipilih harus mendapatkan

persetujuan

BADAN

PELAKSANA,

dan

persetujuan tersebut harus dapat diperiksa

secara periodik oleh BADAN PELAKSANA dan

KONTRAKTOR.



3.2



Overhead Allocation

General and administrative costs, other than

direct charges, allocable to this operation

should be determined by a detailed study,

and the method determined by such study

shall be applied each Year consistently. The

method selected must be approved by

BADAN PELAKSANA, and such approval can

be reviewed periodically by BADAN

PELAKSANA and CONTRACTOR.



3.3



Pengembalian Atas Bunga

Bunga atas pinjaman yang diperoleh oleh

KONTRAKTOR dari afiliasi atau perusahaan

induk atau pihak ketiga yang bukan afiliasi

pada tarip yang tidak melampaui tarip

komersial yang berlaku untuk investasi modal

dalam kegiatan operasi permminyakan

dimungkinkan pengembaliannya sebagai biayabiaya operasi. Rincian dari suatu rencana

pembiayaan dan besarnya harus dimasukkan

dalam masing-masing anggaran biaya-biaya

operasi tahunan yang bersangkutan untuk

persetujuan BADAN PELAKSANA terlebih

dahulu.



3.3



Interest Recovery

Interest or loans obtained by CONTRACTOR

from affiliates or parent companies or from

third party non-filiates at rates not exceeding

prevailing commercial rates for capital

investments in Petroleum Operations may be

recoverable as Operating Costs. Detail of any

financing plan and amounts must be included

in each year’s Budget of Operating Costs of

the prior approval of BADAN PELAKSANA.



3.4



Seluruh biaya yang lainnya juga harus disetujui

oleh BADAN PELAKSANA.



All other financing must also be approved by

BADAN PELAKSANA.



Biaya-biaya Gas

Biaya-biaya operasi langsung terkait dengan

produksi gas alam akan dibebankan langsung

atas pendapatan gas alam sebagaimana

ditentukan dalam pemberian hak yang

tertuang pada Bab VI pasal 6.2.2. Biaya-biaya

operasi yang dikenakan untuk produksi gas

alam dan minyak mentah akan dialokasikan

kegas alam dan minyak mentah atas dasar nilai

relative dari barang-barang yang dihasilkan

untuk tahun berjalan. Biaya-biaya umum

penunjang akan dialokasikan atas dasar

keadilan yang disetujui oleh kedua belah pihak.



3.4 Gas Costs

Operating cost directly associated with the

production of Natural Gas will be directly

chargeable against Natural Gas revenues in

determining entitlements under Section VI

clause 6.2.2. Operating Costs incurred for

production of both Natural Gas and Crude Oil

will be allocated to Natural Gas and Crude Oil

based on the relative value of the products

produced for the current year. Common

support costs will be allocated on an

equitable basis agreed to by both parties.



Jika setelah dimulai produksi gas alam

pendapatan tidak pencukupi pengembaliann

sepenuhnya atas biaya-biaya gas alam,

sebagaimana uraian tersebut diatas, maka

kelebihan

biaya-biaya

tersebut

akan



If after commencement of production the

Natural Gas revenues do not permit full

recovery of Natural Gas costs, as outlined

above, than the excess costs shall be

recovered from Crude Oil revenues.



54



dikembalikan melalui pendapatan minyak

mentah.

Juga, jika kelebihan biaya-biaya minyak

mentah (pendapatan minyak mentah dikurangi

biaya-biaya minyak mentah) yang ada, dapat

dikembalikan dari pendapatan gas alam.



Likewise, if an excess Crude Oil cost (Crude

Oil costs less Crude Oil revenues) exists, this

excess can be recovered from natural Gas

revenues.



Jika produksi dari salah satunya gas alam atau

minyak mentah telah dimulai sementara yang

lainnya belum, alokasi biaya-biaya produksi

dan biaya-biaya umum penunjang akan

dialokasikan secara adil. Fraksi propane dan

botane diambil intnya dari gas alam tetapi

bukan dipakai dalam minyak mentah akn

dianggap sebagai gas alam untuk maksud

akuntansi.



If production of either Natural Gas or Crude

Oil has commenced while the other has not,

the allocable production costs and common

support costs will be allocated in an

equitable manner. Propane and butane

fractions extracted from Natural Gas but not

spiked in Crude Oil shall be deemed as

Natural Gas for the Purpose of accounting.



3.5



Akuntansi Persediaan

Biaya-biaya yang bukan merupakan dari modal

dibelikan untuk persediaan akan dikembalikan

pada saat barang-barang persediaan tersebut

telah mendarat di Indonesia.



3.5



Inventory Accounting

The costs of non-capital items purchased for

inventory will be recoverable at such time

the items have landed in Indonesia.



3.6



Asuransi dan Tuntutan

Biaya-biaya operasi akan termasuk premipremi yang telah dibayarkan untuk asuransi

yang

normal

dikehendaki

untuk

penyelenggaraan

kegiatan

operasi

perminyakan

berhubungan

kewajibankewajiban KONTRAKTOR yang dilaksnakan

sesuai kontrak bersama-sama dengan seluruh

pengeluaran-pengeluaran yang dikenakan dan

dibayarkan dalam suatu pembayaran dan

seluruh

kebocoran-kebocoran,

tuntutantuntutan, gantirugi-gantirugi, putusan-putusan

pengadilan, dan pengeluaran-pengeluaran lain,

termasuk

upah-upah

berhubungan

ke

kewajiban KONTRAKTOR sesuai kontrak.



3.6



Insurance and claims

Operating Costs shall include premiums paid

for insurance normally required to be carried

for

the

Petroleum

Operations

CONTRACTOR’s obligations conducted under

the Contract, together with all expenditures

incurred and paid in settlement af any and all

losses, claims, damages, judgments, and

other expenses, including fees relating to

CONTRACTOR’s obligation under the

Contract.



3.7



Meninggalkan dan Perbaikan Lokasi

Biaya-biaya operasi akan termasuk seluruh

pengeluaran-pengeluaran

yang

akan

dikenakan dalam meninggalkan seluruh sumursumur eksplorasi dan perbaikan dari lokasi

pengeboran, bersama-sama dengan seluruh

perkiraan-perkiraan uang yang dikehendaki

untuk pembiayaan dari suatu rencana

meninggalkan danperbaikkan lokasi yang

ditetapkan dan dengan suatu persetujuan

rencana

pengembangan

untuk

suatu

penemuan yan komersil.



3.7



Abandonment and Site Restoration

Operating cost shall include all expenditures

incurred in the abandonment of all

exploratory wells and the restoration of their

drillsites, together with all estimates of

monies required for the funding of any

abandonment and site restoration program

established in conjunction with an approved

plan of development for a commercial

discovery.



55



Pengeluaran-pengeluaran yang dikenakan

dalam meninggalkan sumur-sumur eksplorasi

dan perbaikan dari lokasi pengeborannya akan

dibebankan sebagai biaya-biaya operasi sesuai

dengan pasal II dari Lampiran “C” ini.



Expenditures incurred in the abandonment

of exploratory wells and the restoration of

their drillsites shall be charges as Operating

Costs in accordance with Article II of this

Exhibit “C”.



Perkiraan-perkiraan

dari

uang

yang

dikehendaki untuk membiayai suatu rencana

meninggalkan dan perbaikan lokasi yang

ditetapkan sesuai pasal (e) dari anak kalimat

5.2.5 dari kontrak akan dikembalikan sebagai

biaya-biaya operasi tahunan berdasarkan atas

akuntansi cadangan biaya-biaya yang belum

terbayarkan dimulai dari awal tahun produksi.



Estimated of monies required for the funding

of any abandonment and site restoration

program established pursuant to paragraph

(e) of clause 5.2.5 of the Contract shall be

charged as Operating Costs annualy on the

basis of accounting accruals beginning in the

year of first production.



Jumlah yang dibebankan dalam masing-masing

tahun akan diperhitungkan oleh pembagian

jumlah perkiraan biaya dari meninggalkan dan

perbaikan lokasi untuk masing-masing

penemuan oleh jumlah perkiraan tahun-tahun

dalam umur ekonomi dari masing-masing

penemuan. Berdasarkan perkiraan, Rencana

Kerja dan Anggaran Biaya Operasi tahunan

akan mencerminkan jumlah yang akan

dicadangkan settiap tahun untuk biaya

meninggalkan dan perbaikan lokasi. Perkiraan

–perkiraan dari uang yang dikehendaki untuk

seluruh kegiatan meninggalkan dan perbaikan

lokasi akan diperiksa secara tahunan dan

perkiraan demikian akan disesuaikan masingmasing tahun sebagaimana dikehendaki.



The amount charged in each Year will be

calculated by deviding the total estimated

cost of abandonment and site restoration for

each discovery by the total estimated

number of years in the economic life of each

discovery. The estimated of monies required

for all abandonment and site restoration

activities shall be reviewed on an annual

basis and such estimates shall be adjusted

each Year as required.



LAMPIRAN “D”

LAMPIRAN “D” INI, MEMORANDUM PENYERTAAN

ADALAH TERLAMPIR DAN MERUPAKAN SUATU

BAGIAN INTEGRAL DARI KONTRAK ANTARA BADAN

PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN

GAS BUMI (BADAN PELAKSANA).



EXHIBIT “D”

THIS EXHIBIT “D” THE MEMORANDUM OF

PARTICIPATION IS ATTACHED TO AND MADE AN

INTEGRAL PART OF THE CONTRACT BETWEEN

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU

MINYAK DAN GAS BUMI (BADAN PELAKSANA)



Dan ……………………………………………….

Tanggal ……………………………



And …………………………. Dated the ………………..…. Day

of ……………………………….



MEMORANDUM PENYERTAAN

Persetujuan pengoperasian antara KONTRAKTOR dan

peserta Indonesia dikemukakan dalam bagian 17.3

dari pasal XVII akan meliputi, diantaranya menurut

prinsip-prinsip utama :



MEMORANDUM OF PARTICIPATION

The Operating agreement between CONTRACTOR

and the Indonesian participant referred to in

subsection 17.3 of Section XVII shall embody, inter

alia, the following main principles :



1.



KONTRAKTOR merupakan pekerja satusatunya dari pekerjaan yang sulit dibatasi

sepaatutnya sesuai dengan hak-hak dan

kewajiban-kewajiban.



1.



CONTRACTOR shall be the sole Operator of

the venture under properly defined rights

and obligations.



56



2.



Yang diberikan kuasa mewakili dari kedua

pihak yang bertemu secara periodik untuk

maksud menuntut operasi pekerjaaan yang

sulit tersebut. Seluruh keputusan diambil

melalui suara terbanyak kecuali soal

pemutusan kontrak dimana keputusan yang

akan dikehendaki disetujui kedua belah pihak

dengan suara bulat. Bagaimanapun jika salah

satu pihak ingin mengundurkan diri dari

pekerjaan yang sulit tersebut akan dialihkan

tanpa biaya bunga yang dibagikan kepihak

lain.



2.



Authorized representative a both parties

shall meet periodically for the purpose of

conduction the venture’s operations. All

decisions shall be taken by majority vote

except in case of terminating the Contract

which decision shall required the unanimous

consent of both parties. However if either of

the parties wishes to withdraw from the

venture it shall transfer without cost its

undivided interest to the other party.



3.



Kedua belah pihak berkewajiban memberikan

atau yang menyebabkan diberikannya

proporsi pembiayaan yang dimaksud dan

dalam mata uanag yang sesuai sebagaimana

mungkin dikehendaki dari waktu ke waktu

oleh

pekerja

untuk

operasi

yang

dipertimbangkan sesuai kontrak.



3.



Both parties shall have the obligation to

provide or couse to be provided their

respective proportions of such finance and in

such currencies as may be required from time

to time by the Operator fot the operations

envisaged under the Contract.



Pada hakekatnya kegagalan dari suatu pihak

dalam memperoleh dana dalam waktu yang

telah ditetapkan akan diberikan.



The effect of a party’s failure to meet call for

funds within the prescribled time limits shall

be provided



4.



Pekerja akan mempersiapkan Rencana Kerja

dan Anggaran Tahunan dimana disampaikan

kepada yang diberikan kuasa mewakili dari

kedua pihak untuk keputusan pendahuluan

kepatuhannya kepada BADAN PELAKSANA

menurut

ketentuan-ketentuan

yang

tercantum dalam kontrak.



4.



The operator shall prepare the annual Work

Program and budgets which shall be

submitted to the authorized representative

of both partners for decision prior to their

submission to BADAN PELAKSANA in

accordance with the provision of the

Contract.



5.



Terhadap

suatu

operasi

pengeboran

eksplorasi akan dibuat suatu ketentuan yang

tidak menyetujui dimana menjamin peserta

Indonesia bahwa hal ini tidak mewakili

keikutsertaan dalam operasi dimaksud jika

hal tersebut tidak disetujui dimasukkan

operasi demikian dalam Rencana Kerja dan

Anggaran

dan

dimana

dalam

soal

keberhasilan

memadai

kompensasi

KONTRAKTOR untuk biaya dan resiko yang

dikenakan kemudian.



5.



In respect of any exploratory drilling

operation a “non concent” provision shall be

made which assures the Indonesian

Participant that it does nor have to

participate in such operation if it were to

disagree to the inclusion of such operation in

the Work Program an budget and which in

case of success adequately compensates

CONTRACTOR for the cost and risk incurred

by the later.



6.



Berkenaan dengan toleransi pengangkatan

yang memadai dari masing-masing pihak

akan dihasilkan pada titik ekspor dari

KONTRAKTOR dimaksud hak produksi dan

proporsi andil dari suatu bagian minyak

mentah dimana BADAN PELAKSANA memilih

tidak mengambil kewajiban menyediakan

minyak mentah dalam bentuk natura kepada



6.



Subject to adequate lifting tolerance each

party shall offtake at CONTRACTOR’s point of

export if production entitlement and its

proportionate share of any portion of the

Crude Oil which BADAN PELAKSANA elects

not to take in kind, both as provided undr the

Contract. However, if the Indonesian

Perticipant is not in a position to market such



57



Pemerintah

keduanya

sebagaimana

dicantumkan

didalam

kontrak.

Bagaimanapun, jika penyertaan Indonesia

adalah tidak dalam posisi pasar yang

demikian kwantitatif sama sekali atau

sebagian berkaitan dengan kwantitas dimana

hal ini tidak dapat dipasarkan memiliki opsi

dibawah suatu prosedur penngumuman yang

memadai salah satu yyang dikehendaaki

KONTRAKTOR (atau hal yang digabungkan

jika KONTRAKTOR juga menginginkan)

membeli kwantitas itu, atau mengangkat

kwantitas itu pada saat kemudian dibawah

suatu prosedur yng memadai.

7.



8



Berkaitan dengan kuantitas yang dibeli dari

partisipasi Indonesia oleh KONTRAKTOR

(atau hal yang digabungkan) dengan harga

sesuai kwalitas dari masing-masing minyak

mentah akan :



quantity wholly or partly it shall in respect of

the quantity which it cannot market itself

have the option under an adequated

notification procedure: either the require

CONTRACTOR

(or

it

associates

if

CONTRACTOR so desires) to purchase that

quantity, or to lift that quantity at a later

date under an adequate procedure.



7.



in respect of any quantity to be purchased

from the Indonesian participant by

CONTRACTOR (or it associates) the price in

respect of each quantity of Crude Oil shall be

:



7.1 Untuk minyak mentah yang diserahkan

untuk kebutuhan domestik sesuai batas

kontrak lima belas persen (15%) dari

harga sesuai dengan pasal VII atau

sebagaimana cara lain yang diberikan

didalam kotrak.



7.1 For Crude Oil to be delivered for local

consumtion under the terms of the

Contract fifteen percent (15%) of the

price pursuant to Section VII or as

otherwise provided for in the Contract.



7.2 Untuk seluruh minyak mentah yang lain

berat rata-rata bersih dijual seharga yang

diterima oleh KONTRAKTOR untuk

perbandingan tipe dan kwantitas yang

dijualnya selama tahun kalender

bersangkutan dikurangi lima persen

(5%).



7.2 For all other Crude Oil the wighted

average net realized price received by

CONTRACTOR for comparable types and

quantities sold by it during the Calender

Year involved minus five percent (5%).



Jika gas alam dijumpai dalam kwantitas

komersial, ketentuan khusus akan dibuat

memperhatikan

kewajiban

dimiliki,

diantaranya, kejangka panjang kontrak

penyediaan gas alam.



8



If Natural Gas is encountered in commercial

quantities, special provisions shall be drawn

up having due regard, inter alia, to the long

term character of Natural Gas supply

Contract.



58